Kilas Berita :

BERITA UTAMA

Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Terbaru

Habis-habisan untuk Dakwah, Ikhwah ini Allah Berikan 'Hadiah'

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 9 Jan 2013 | 1/09/2013

Beberapa waktu lalu datanglah utusan HAMAS ke Balikpapan, Syaikh Shiyam dan Syaikh Abdul Azis bersama para pegiat peduli Palestina dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Jakarta. Mereka datang dalam rangka penggalangan dana untuk Palestina. Saat itu sedang terjadi perang Hijaratus sijjil di bumi Gaza.

Siang itu terik tak terperi.  Baling-baling kipas anginku sudah mematung lantaran dinamonya telah tamat riwayatnya. Mati mendadak beberapa hari silam terserang stroke hebat karena kebanyakan berputar sementara terjadi penyumbatan-penyumbatan debu pada celah kumparannya. Kipas angin itu tak ubahnnya hanya sebuah patung maniken yang tidak laku.

Aku dan isteriku duduk berhadapan sambil bercakap-cakap dalam suasana rumah panas karena bias matahari yang mengurung rumah kami.

Aku: “Mi… kau tahu kan betapa kalau mendengar Palestina bergetar rasa tubuhku ini. Mendidih darahku hendak pergi berperang melawan Israel terlaknat. Tapi tak mungkin pula aku kesana. Paling-paling nanti ngerepotin tentara HAMAS saja, mereka repot jagain aku karena tak paham medan. Besok ada penggalangan dana untuk Palestina oleh KNRP. Masih adakah uang kita?”

Isteriku: “Aih, tak ada uang lagi kita abi, kecuali buat makan 10 hari. Tahu kan ini bulan tua? Belum gajian”.

“Ah iya… kenapa pula bulan, kau  ini cepat kali tuanya? Ini KNRP juga tak pandailah cari momen. Masak menggalang dana bulan-bulan tua begini. Tak punya almanak kah mereka ini bah? Ah memang kantor aja yang tidak mau beda dikit. Coba gajian tiap hari aja, tak usah tunggu akhir bulan.” Menggerutu aku cari kambing hitam. Padahal memang begitulah saban bulan. Besar pasak daripada tiang.

Isteriku semakin cepat mengibas-ngibaskan potongan kardus aqua yang dibuatnya kipas angin manual. Keringatnya mulai kering. Akhirnya aku perintahkan ia untuk mengumpulkan semua uang yang tersisa untuk disumbangkan ke Palestina dalam penggalangan dana besok. Kecuali hanya sedikit untuk beli bensin kendaraan. Urusan makan nanti ajalah, Allah yang atur ujarku. Isteriku yang solehah itu mengangguk saja menurut. Singkat cerita esoknya ramailah manusia berdesakan menyaksikan konser amal Opik, Sulis dan Grup Nasyid Shoutul Harokah di hotel Novotel Balikpapan.

Setiap ada yang menyumbang atau membeli barang lelang amal dalam jumlah besar, hatiku merinding. Ada yang membeli sorban Opik lima juta. Ada yang menawar delapan juta. Airmataku bercucuran. Aku demi Allah iri terhadap mereka. Seolah mereka berlomba memboking kamar di Surga. Aku tersudut dalam jasad miskin nan papa ini melantunkan potongan ayat Al-qur’an yang menurutku sangat cocok dengan kondisiku: “...lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infaqan” (QS: At-Taubah :92).

Ketika tiba waktu melelang syal rajutan keluarga Ismail Haniya dan ditandatangani oleh perdana menteri Hamas itu, suasana tegang. Dibuka harga dua puluh juta. Lalu naik perlahan-lahan dua puluh delapan juta, tiga puluh juta, enam puluh juta. Aku hampir pingsan tak berdaya. Kembali surah at-taubah ayat 92 mengiang-ngiang di telingaku. Akhirnya syal itu tutup harga tujuh puluh dua juta rupiah. Dibeli oleh sepasang pengantin muda yang tengah menanti kelahiran anak pertama mereka.

Lututku bergetar dan akhirnya jatuh terantuk ke atas lantai. Disusul jatuhnya airmataku setetes demi setetes. Allah… betapa beruntungnya orang kaya hari ini. Sungguh tak pernah aku iri kepada seorang kecuali hari ini. Aku hancur lebur dalam keharuan dan penyesalan. Dadaku berdegup kencang.

Belum selesai hatiku berdebam-debam dimumumkan pula kalau ada yang menyumbangkan rumahnya di Samarinda dan ada yang menyumbangkan mobilnya. Hampir saja aku pingsan. Kering kerontang tenggorokanku. Dehidrasi menahan dahaga iman yang bergejolak. Sungguh Allah hadirkan aku dalam suasana iman yang misterius ini dan menyaksikan iman orang berkelebatan menyambut seruan jihad maali. Aku hanya ternganga menatap langit-langit gedung. Hanya sanggup memancang niat, andai saja aku punya sekarung emas, akan ku-infaq-an hari ini untuk jihad Al-Aqsa.

Sudahlah tak sanggup lagi bercerita banyak mengisahkan hari indah itu. Aku dan isteriku beserta keempat anakku pulang kembali ke rumah.

Tiba di rumah aku kembali dalam suasana panas terik mengepung rumah. Aku dan isteriku duduk berhadapan. Di samping mayat kipas angin. Isteriku mengambil kembali potongan kardus untuk menjadi kipas angin manualnya.

Aku:  “Umi aku lapar, ayo makan yok!”

Aku sedikit berteriak kepada isteriku yang beranjak sebentar menghidupkan mesin cuci tua. Dari pagi pakaian itu disitu belum sempat dicuci.

Isteriku: “Hendak makan apa kita bi? Tak ada beras. Tak ada lagi uang.”

Aku: “Astaghfirullah. Iya ya? Wah bagaimana ini? Kasihan anak-anak belum makan semua lagi.”

Suasana hening. Aku menepuk jidatku sendiri dan menggenggam rambut berpikir keras cari akal untuk menghadirkan makanan. Aku butuh uang paling tidak lima puluh ribu rupiah untuk beli beras lima kiloan cap kura-kura. Supaya bisa hidup sepuluh hari dengan itu. Atau paling tidak seminggu sampai gajian.

Lama aku terdiam buntu pikiran dan tak karuan rasa. Anak-anak sudah bergelimpangan di lantai lemas lapar bercampur ngantuk. Tiba-tiba ada suara gemuruh:  “gludak-gluduk kerompyang…. gludak-gluduk kerompyang…. gludak-gluduk kerompyang….”

Aku saling bertatapan dengan isteriku. Lalu kami sama-sama berlari menuju sumber suara. Ternyata berasal dari mesin cuci yang memutar cucian tidak balance sehingga inner bucket-nya menyentuh housing tidak karuan menghasilkan suara ribut (noise) yang ekstrim.

Isteriku membuka penutup mesin cuci. Demi melihatnya kedalam betapa terkejutnya kami berdua. Pakaian yang ada semua membentuk lingkaran menempel pada dinding inner bucket dan membuat pola huruf O. Ini wajar karena efek sentrifugal akan membuat pakaian itu terlempar ke radius terluar dinding itu. Namun yang membuat kami terkesima adalah di bagian tengah lingkaran pakaian itu tepat didasar bucket bercokol sebuah lembaran kertas kumal berwarna kebiru-biruan.

Subhanallah. Maha suci Allah yang mengirimkan selembar uang lima puluh ribu rupiah ke dalam mesin cuci kami. Secara spiritual tentu saja Malaikat lah yang telah diperintahkan Allah untuk mengirim uang itu ke dalam mesin cuci kami dan mendramatisirnya dengan senandung “gludak-gluduk kerompyang….”. Tapi secara ilmiah tentu saja ini adalah lembar uang yang terlupa di kantong celana dan ikut tercuci. Secara tidak sengaja keluar dari kantong karena efek sentrifugal putaran mesin cuci. Tapi entah kapan dan di kantong celana yang mana aku tak tahu.

Kami bersorak kegirangan. Aku tancap gas ke mini market membeli beras cap kura-kura lima kilo. Kami pun hidup bertahan sampai gajian. Meski hanya dengan lauk kerupuk dan kecap.

| Ibnu Ismail

Rihlah, Tadabur Alam dan Study Tour LDK STT Garut

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 8 Jan 2013 | 1/08/2013

Kegiatan Rihlah LDK STTGarut bertujuan sebagai sarana rekreasi dengan perwujudan nuansa islam keagaman secara rohani. Selain rihlah, LDK STTgarut pun mengadakan study tour sebagai bukti sarana informasi adanya silaturahim dan forum musyawarah ilmu pengetahuan kajian islam sesama mujahid mujahid dikalangan pesantren.

Program kegiatan kerja yang dicanangkan LDK STTGarut khususnya Rihlah mendapatkan sambutan dan partisifasi yang sangat bermakna dari pesatren al-baroqah khususnya bisa sharing dengan para santri guru-guru dan pemilik pesantren,   sebagai sarana dakwah yang penyampaiannya berbasis  IT. 
 
Dengan adanya dakwah berbasis multimedia kalangan santri dan masyarakat sekitar sangat tertarik dengan adanya dokumentasi yang kami berikan. Semoga kegiatan ini dapat mencerminkan bahwa perkembangan teknologi itu harus di barengi dengan keimanan dan ketaqwa'an Sehingga kita tidak akan tenggelam oleh kemajuan teknologi.

Akhirnya kita dengan mudah memanfaatkan kemajuan teknologi, bukan sebaliknya kita yang dimanfaatkan oleh kemajuan teknologi.


| http://liputan.sttgarut.ac.id/

Inilah Point Point Penting Hasil FSLDK-D II Priangan Timur

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 30 Des 2012 | 12/30/2012

Satu pekan yang lalu tepatnya tgl 24-25 Desember 2012 di Kampus STKIP Garut, event FSLDK-D II Priangan Timur telah selesai dilaksanakan dan menghasilkan beberapa point hasil musyawarah yang diikuti oleh perwakilan setiap LDK di Priangan Timur.

Kita telah mengetahui, amanah PUSKOMDA FSLDK Priangan Timur 2012-2014 dititipkan kepada LDK RM Univ. Galuh Ciamis sebagai koordinator FSLDK Priangan Timur mendatang. Selain itu, amanah PUSKOMDA juga akan mengeksekusi hasil musyawarah FSLDK-D II kemarin.

Lalu apa point point hasil musyawarah tersebut ? siapakah yang akan berperan di dalamnya ? serta bagaimana output dari point point itu ? Langsung kita simak dan fahami bersama di bawah ini.


Penyikapan Isu & Masalah Keumatan
Penyikapan Isu & masalah keumatan FSLDK terbatas karena sesuai dengan misinya dari LDK itu sendiri yaitu peran syiar. Otomatis isu & masalah keumatan yang digarap/disikapi hanya untuk wilayah syiar saja dengan mengutamakan media sebagai sarana penyampaian pesan dan event event langsung seperti Kajian, Aksi Damai, Sebar Famplet, dll dan dengan pendekatan yang persuasif serta mendidik.

Di harapakan peran LDK di Priangan Timur terlibat aktif dalam hal tersebut di masing masing kampus dengan menyesuikan dengan situasi dan kondisi kampus.

Selain itu, menyaksikan kondisi Indonesia akhir akhir ini. Peran sosial LDK yang tergabung ke dalam FSLDK Indonesia mendorong kita semua untuk peduli. Baik peduli terhadap alam dan kehidupan sosial yang terjadi

Program PUSKOMDA :
  • Dibentuk team FSLDK Peduli Priangan Timur utusan dari masing masing LDK
  • Penyikapan Isu bersama
 

Media & Humas
Peran media & humas FSLDK untuk sekarang ini sangat mendesak. Mulai dari proses pengenalan, pencitraan, dan kepercayaan masyarakat terhadap LDK menjadi tanggung jawabnya disamping berperan mendampingi team Media & Humas tiap LDK hingga terjadinya akselarasi di variable media dan kemumasan. Selain itu peran Media & Humas juga untuk mensyiarkan Islam.

Program PUSKOMDA :
  • Melanjutkan dan mengefektifkan peran team MCD (Media Center Daerah) FSLDK Priangan Timur
  • Mendampingi LDK di Priangan Timur dalam pengelolaan team media & humas nya

Pendampingan, Akselarasi, dan Koordinasi
Fungsi PUSKOMDA sebagai koordinator FSLDK mempunyai peran untuk mendampingi LDK, Akselarasi levelisasi LDK, dan koordinasi antar LDK Di Priangan Timur.
Program PUSKOMDA :
  • Jaulah rutin ke setiap LDK
  • Melanjutkan dan mengefektifkan peran team Trainer daerah PMLDK (Pelatihan Manajemen Lembaga Dakwah Kampus)
  • Pendampingan mentoring LDK dengan dibentuk Forum Mentoring Daerah Priangan Timur 
  • Program pendataan (Sensus, survei, polling, dll)



Pendampingan, Akselarasi, dan Koordinasi Khusus Kemuslimahan
Peran kemuslimahan LDK sangat menentukan untuk efektifitas dakwah kampus yang sedang dilaksanakan. Untuk itu, peran PUSKOMDA khusunya komisi C sangat dibutuhkan.

Program PUSKOMDA :
  • Jaulah rutin ke masing-masing Departemen Kemuslimahan LDK
  • Program Jarmus (Jaringan Muslimah) Peduli
  • Sekolah Kemuslimahan

Itulah point point penting hasil musyawah FSLDK-D II Priangan Timur. Semoga dengan keterbukaan menyampaikan hasil musyawarah ini bisa menjadi bahan monitoring bersama setiap LDK dan yang paling penting peran aktif semua elemen dan kader LDK untuk kemajuan dan kemaslahatan dakwah kampus Priangan Timur di hari esok yang lebih cerah.

 

LDK RM UNIGAL Adakan Worshop Konvergensi Media

Ciamis, (29/12). LDK RM UNIGAL Ciamis kali ini mengadakan worshop konvergensi media dan dakwah di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UNIGAL. Sedikitnya 60 mahasiswa Ciamis dan Tasik menghadiri dan terlibat dalam kegiatan itu.

Ketua LDK RM, Alan Maulana mengungkapkan kader LDK harus mampu berdakwah melalui media. “Karena kalau melek media, dakwah akan tersebar lebih luas,” katanya.


Ajang itu difasilitasi penulis dan wartawan senior Pikiran Rakyat, Ahmad Setiyaji. Dia memaparkan trik menulis degan metoda hypnolis positif. Metode ini menggali dan mengembangkan potensi menulis yang dimiliki oleh setiap orang.


Potensi itu bisa diwujudkan menjadi kenyataan di antaranya dengan jalan mendekatkan diri kepada Sang Mahapencipta.


Fitrah manusia sebagai makhluk berbahasa akan semakin mengkilap. Bahasa adalah anugrah yang harus disyukuri dengan menggunakannya seoptimal mungkin. Termasuk di antaranya dengan cara menulis. “Perbanyaklah shalat lail,” katanya.


Sesi kedua, para peserta diajak mempraktekkan seni menuangkan gagasan dan pikiran ke dalam tulisan.
 
| FB LDK STMIK DCI 

Foto Rangkaian Roadshow Untuk TK Gaza

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 29 Des 2012 | 12/29/2012




Rangkaian acara roadshow Syeikh Yacoub Sulaiman dari Palestina di beberapa kota besar yang bekerja sama dengan FSLDK Indonesia

FSLDK Rayakan Hari Ibu Dengan Berbagi Jilbab Gratis

“Kasih Ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa.. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia…” demikian syair yang popular dinyanyikan anak-anak.  Ditemani sejuknya udara pagi kota Bogor, belum lama ini FSLDK menggelar suatu kegiatan aksi yang bernama “FSLDK CINTA IBU” dalam rangka memperingati hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember.

Aksi ini dimulai sekitar pukul 7.00 WIB pagi di Tugu Kujang, Bogor. Diawali dengan pembukaan oleh perwakilan Jaringan Muslimah Nasional (Jarmusnas) dan sambutan yang disampaikan oleh Suti’ah sebagai ketua Jaringan Muslimah Daerah (Jarmusda) Priangan Barat, aksi yang diikuti oleh sekitar 30 orang muslimah ini resmi dibuka.

Dilanjutkan dengan long march menuju Lapangan Sempur Bogor. Sepanjang perjalanan tak hentinya dinyanyikan lagu “Kasih Ibu” sebagai bentuk pengingat kepada kita semua bahwa perjuangan dan kasih sayang seorang ibu begitu berarti tak tak akan putus oleh waktu. Selain itu dilaksanakan juga aksi pembagian jilbab, bunga, serta souvenir hari ibu lainnya kepada ibu-ibu yang dijumpai sepanjang perjalanan.

“Ibu Madrasah Pertamaku, Inspirasi Hidupku” itulah tema hari Ibu nasional yang diangkat oleh Jaringan Muslimah Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (Jarmusnas FSLDKI) pada tahun ini.

FSLDK mencoba untuk meneladani kembali peran seorang ibu dalam mencetak generasi robbani menuju Indonesia madani.

Menurut FSLDK, hakikatnya menjadi seorang ibu adalah kebahagiaan dan kesempurnaan bagi seorang perempuan. Hanya saja peran yang dimilikinya bukanlah peran yang sedehana. Untuk menjadi seorang ibu bukan hanya berkualitas secara pengalaman, namun juga perlu dilandasi oleh ilmu pengetahuan yang berkualitas.

Sosok ibu lah yang paling dekat dengan putra-putrinya, karena beliaulah yang mengandung dan membawa kita kemana-mana selama 9 bulan dalam rahimnya. Setelah terlahir, kita menangis namun orang di sekitar kita tersenyum dan menyambut dengan suka cita terutama ibu kita. Kemudian sebagaimana ajaran Islam, seorang ibu harus menyusui anaknya hingga berusia 2 tahun, dari situlah terbangun sebuah komunikasi yang kadang hanya ibulah yang mengerti semua itu.

“Sungguh, kasih sayang yang ibu berikan tak akan terbalas oleh apapun. Sedangkan kita terkadang merasa enggan bahkan didominasi oleh rasa gengsi untuk meminta maaf pada ibu, di saat kita melakukan kesalahan,” demikianlah pesan-pesan Hari ibu yang disampaikan oleh perwakilan dari IPB, AKA, dan Universitas Pakuan dalam orasinya pada aksi di Lapangan Sempur kali ini. Aksi diakhiri dengan penutupan dan foto bersama.

Semoga momentum hari ibu bukanlah perayaan tahunan belaka. Namun, kita dapat mengimplementasikan bentuk perhatian dan kasih sayang kita pada ibu di setiap harinya.

| Hidayatullah.com

LDK RM UNIGAL Diamanahi Sebagai PUSKOMDA FSLDK Priangan Timur 2012-2014

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 27 Des 2012 | 12/27/2012

Garut, 25/12. Hari terakhir event FSLDK-D II Priangan Timur menjadi hari yang ditunggu bagi semua peserta. Diawali dengan sidang pembukaan sampai sidang komisi yang terbagi ke dalam 3 komisi.

Alhamdulillah dari hasil sidang komisi tersebut ada peruban positif untuk kemajuan FSLDK Priangan Timur kedepan.

Sesi selanjutnya yaitu pemilihan PUSKOMDA FSLDK Priangan Timur 2012 - 2014 yang akan mengeksekusi hasil musyawarah dan amanah yang tergabung dalam FSLDK Indonesia ke depan.

Satu persatu kandidat calon PUSKOMDA bermunculan, pekikan takbir dan riuh tepuk tangan dari peserta meramaikan suasana. Hingga akhirnya muncullah 3 kandidat PUSKOMDA yaitu LDK At Tarbiyyah STKIP Garut, LDK KISI Univ. Siliwangi, dan LDK Raudlatul Muttaqin Univ. Galuh Ciamis.

Melalui mekanisme musyawah dan pertimbangan akhirnya amanah itu dititipkan kepada LDK Raudlatul Muttaqin (RM) Univ. Galuh Ciamis sebagai PUSKOMDA FSLDK Priangan Timur 2012-2014 dari LDK KISI Univ. Siliwangi Tasikmalaya.

Pekikan takbir pun kembali membahana, tampak beberapa akhwat meneteskan air matanya terharu dan bersyukur dakwah kampus di bumi Priangan Timur ini terus berlanjut.

FSLDK Priangan Timur yang merupakan pemerakaran dari FSLDK Cirebon yang meliputi 3 Kabupaten dan 2 Kota (Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis, dan Kota Banjar) telah berganti PUSKOMDA sebanyak 2 Kali. PUSKOMDA 2008-2010 yaitu LDK At Tarbiyyah STKIP Garut dan PUSKOMDA 2010-2012 LDK KISI Univ. Siliwangi Tasikmalaya.

Salanjutnya di saat yang sama pula, dilakukan pemilihan Tuan rumah FSLDK-D III Priangan Timur 2014 mendatang. Kota Ungu Kab. Ciamis menjadi tuan rumah dengan LDK RM Univ. Galuh kembali menjadi panitia nya.

Selamat bekerja bagi PUSKOMDA FSLDK Priangan Timur 2012-2014 LDK RM Univ. Galuh Ciamis. "Anak ikan berdasi coklat, cukup sekian dan tetap semangat". 


"Video sambutan perwakilan 
PUSKOMDA FSLDK Priangan Timur 2012-2014"

FSLDK-D II Priangan Timur Akhirnya Selesai

Garut, 26/12. Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Priangan Timur, Jawa Barat akhirnya telah selesai melaksanakan event 2 tahun sekali itu (FSLDK-D II Priangan Timur) yang tahun ini menjadi tuan rumah adalah LDK At Tarbiyyah STKIP Garut.

Acara yang selama 2 hari itu dari tanggal 24-25 Desember mendapat apresiasi positif dari para peserta yang merupakan perwakilan dari 16 LDK dengan jumlah peserta lebih dari 100 orang.

Hari pertama diisi dengan Stadium General yang membahas topik Jaringan dengan mengambil tema "Memperkokoh Ukhuwah, Menguatkan Jaringan". Tidak hanya itu saja, peserta pun disuguhkan dengan sekolah LDK dengan 5 kelas (kelas kaderisasi, kelas syiar & pelayanan, kelas kemuslimahan, kelas mentoring, serta kelas media & humas).

Cuaca garut yang sejuk dan dingin itu tidak menjadi halangan untuk melanjutkan acara di hari yang kedua dimulai dengan pembacaan tilawah Qur'an dan dilanjutkan dengan pembukaan musyawarah sidang. Sepertia biasa PUSKOMDA FSLDK Priangan Timur membacakan laporan evaluasi pertanggungjawaban selama diamahi 2 tahun kemarin (2010-2012) yang dibacakan oleh Akh Wahyudin. 

Agenda sidang pun dilajutkan ke sidang komisi yang terbagi menjadi 3 komisi, komisi A membahas Isu keumatan, komisi B ke LDK an, dan komisi C kemuslimahan. Banyak perubahan mendasar dari hasil sidang komisi ini yang akan ditindak lanjuti oleh PUSKOMDA ke depan.

Waktu mulai senja, agenda sidang tetap berlanjut dengan pemilihan PUSKOMDA FSLDK Priangan Timur periode 2012-2014. Semua peserta penasaran dan menantikan LDK mana yang akan diamahi lagi. Pimpinan sidang menyebutkan calon sesuai kreteria umum dan khusus PUSKOMDA maka muncullah 3 LDK. ketiga LDK tersebut yaitu LDK At Tarbiyyah STKIP Garut, LDK KISI Univ. Siliwangi Tasikmalaya, dan LDK Raudlatul Muttaqin Univ. Galuh Ciamis.     

Proses pemilihan dilakukan dengan musyawarah yang diwali sebelumnya menyampaikan kesiapan dan profil masing masing LDK. Hingga akhirnya pukul 17.00 musyawarah menunjuk dan mengamanahkan PUSKOMDA FSLDK Priangan Timur periode 2012-2014 yaitu LDK Raudlatul Muttaqin Univ. Galuh Ciamis sebagai PUSKOMDA.

Pekikan takbir dan hangatnya hujan menemani suasa ukhwah didalam ruangan, dan acara ini diakhir oleh mushafahan dan foto bersama. 



 

Fakta Dibalik Rahasia Rangkaian Kemenangan Penduduk Gaza

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 22 Nov 2012 | 11/22/2012

"Mereka menjadi kuat dan mulya karena menjalani hidup sepenuhnya diatas agama NYA"

Pada bagian terakhir tulisan saya kemarin saya menulis seperti ini :

....Saya lalu teringat pada sebuah moment 10 tahun lalu ketika tokoh dan pemimpin perjuangan mereka ditanya dalam sebuah forum ," Apa rahasianya sehingga pejuang pejuang Palestina memiliki semangat , kesabaran dan ke beranian perjuangan yang sangat menakjubkan ?"

" Kuncinya adalah ini ,kami mendidik generasi kami dengan ini ," jawab sang tokoh tersebut sambil mengacungkan mushaf Al Quran.....

Nah sahabat sahabatku , kali ini saya ingin mengajakmu menelusuri fakta kehidupan manusia manusia Gaza lebih jauh , bagaimana wujud denyut realitas Qur'ani ditengah tengah mereka :

1.Saat sejumlah anggota DPR RI kita dari komisi 1 berkunjung ke kota Gaza pada pertengahan 2010 , anggota dewan kita mendapati fakta yang unik.

Apa itu ?

Ketika tiba waktu sholat dhuhur ,para anggota dewan kita menanyakan dimana tempat untuk mengambil air wudhu. Yang aneh ,setelah mereka menuju ketempat ber wudhu itu , tidak satupun pejabat pejabat Gaza yang kelihatan ikut berwudhu.

Ketika ditanya mengapa mereka tidak ikut berwudhu , inilah jawaban mereka :

" Kami semua disini terbiasa dalam keadaan berwudhu , sebab kota Gaza ini adalah kota yang sewaktu waktu bisa di serang dan dihancurkan oleh Israel . Nah dengan keadaan selalu berwudhu , berarti kami sudah dalam keadaan suci ketika terbunuh dan mati syahid menghadap Allah "

2.Masih juga bersumber dari berita yang dibawa pulang oleh anggota dewan kita seperti yang saya ceritakan diatas, ada potret lain yang tidak kalah mengagumkannya.

Disebuah tenda pengobatan umum yang didirikan oleh dokter dokter relawan yang datang dari seluruh dunia untuk membantu menangani korban pasca serangan Israel ke Gaza pada Desember 2008 hingga Januari 2009 , ada seorang anak laki laki usia SD yang keluar masuk berjualan minuman.

Dokter dokter yang tengah bekerja di tempat itu merasa iba , lalu mereka mengumpulkan uang diantara mereka untuk diberikan kepada anak SD itu .Setelah terkumpul banyak dan ketika hendak diberikan kepada anak laki laki 'pedagang asongan itu' , tiba tiba terucaplah kalimat mulya ini :

" Dokter ,rezeki yang saya terima dari Allah dari berjualan minuman ini sudah cukup.Jadi sebaiknya uang ini berikan saja kepada pemuda pemuda pejuang kami yang berjihad berperang melawan Yahudi Israel "

3.Para pejuang Gaza yang pemberani selalu saja menjadi idola anak anak kecil disana .Tetapi mereka tidak mudah menemukan pemuda pemuda pejuang itu dalam kehidupan normal , karena mereka menyembunyikan identitas diri mereka sebagai pejuang demi keamanan gerak mereka .

Tetapi ada fakta unik tentang cara menemukan mereka .Ketika para ibu ditanya oleh anak anak mereka dimana mereka bisa berjumpa dan menemukan para pejuang Gaza yang tergabung dalam HAMAS itu, ibu ibu itu akan berkata :

" Temukan mereka dibelakang imam sholat lima waktu dimasjid masjid tempat kalian sholat. Sebab para pejuang itu selalu berusaha menempati posisi tepat dibelakang imam sholat sata mereka melaksankan sholat lima waktu ".

Ya spirit Qur'ani begitu kuat dalam denyut kehidupan ibadah mereka , sehingga mereka selalu berusaha TEPAT WAKTU dan BERADA DI SHAF TERDEPAN DI BELAKANG Imam saat sholat lima waktu.

4.Pada serangan Israel ke Gaza Desember 2008 - Januari 2009 terungkap fakta penting ini.

Walaupun Israel datang dengan kekuatan tentara yang sangat besar yaitu 147.000 pasukan dan Gaza hanya dipertahankan oleh hanya 20.000 pejuang ,Gaza tidak bisa dikuasai bahkan Israel minta gencatan sejata terlebih dahulu.

Nah selama perang berlangsung itu , pejuang pejuang Gaza selama berada di parit parit pertempuran dan menunggu terjadinya moment moment tembak menembak berikut nya yang tidak pasti kapan akan berlangsung lagi , mereka mengisi waktu waktu luang dengan banyak membaca Al Quran yang mereka hafal , sehingga jiwa mereka lebih TENANG , KUAT ,BERANI dan BERPASRAH TOTAL kepada ALLAH

5.Pada Maret 2009 saya menerima kiriman foto yang masuk ke kota email saya dari seorang kawan .
Yang menakjubkan semua foto itu ternyata menampilkan gambar para penduduk Gaza , mulai dari yang anak anak hingga yang lanjut usia yang kelihatan tetap sholat berjamaah diatas reruntuhan masjid yang sudah diluluhlantakkan oleh serangan brutal Israel.

Itulah denyut kehidupan Qur'ani sehari hari yang telah membentuk manusia manusia Gaza menjadi pejuang pejuang yang TANGGUH dan MULYA hingga serangan Israel yang brutal itu terjadi lagi dalam hari hari ini.

| Islammedia

Puskomda FSLDK Priangan Timur

Puskomda FSLDK Priangan Timur
 
Support : Team MCD FSLDK Priangan Timur
Copyright © 2010. FSLDK Priangan Timur - Jawa Barat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website | Editing by Team MCD
Proudly powered by Blogger