Mediasi antara pihak Metro TV dan perwakilan elemen Rohani Islam (Rohis) terpaksa berlangsung tertutup. Wartawan yang merasa diundang sendiri diminta keluar dari ruangan. Padahal beberapa media memiliki bukti mendapatkan undangan untuk meliput pertemuan tersebut.
"Ya inikan baru mediasi jadi lebih baik tertutup dulu" Jelas Ezki Suyanto, salah seorang komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kepada hidayatullah.com di luar ruangan pertemuan, Senin (24/09/2012).
Walau pihak media yang lain keluar namun wartawan metro tv tetap diperbolehkan ada didalam ruangan. Acara ini sendiri selain dihadiri perwakilan Metro TV juga dihadiri Forum Silahturahim Lembaga Dakwah Kampus (FS LDK) dan beberapa pembina rohis dari jabotabek.
Ezki Suyanto juga mengakui bahwa jumlah sms protes terhadap acara "Metro Hari Ini" yang menuduh Rohis sebagai tempat perekrutan teroris terus meningkat. Walau tidak menemukan angka pastinya, ia menegaskan jumlah tersebut di atas angka puluhan ribu. berdasar penelusuran hidayatullah.com, jumlah SMS pengaduan terkait masalah ini sudah di atas angka 20 ribu.
Menurut KPI, sebenarnya urusan Metro TV dengan KPI sudah selesai. Namun urusan dengan pihak Dewan Pers masih belum karena jumlah pengaduan terkait masalah ini masih terus berdatangan.
"Permasalahan Metro TV dengan dewan pers sudah selesai, namun dengan KPI belum karena SMS protes masih terus berdatangan," tambah Ezki.
Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat hari Senin (17/09/2012) sempat mengundang Metro TV guna memberikan klarifikasi atas banyaknya pengaduan secara invidual, organisasi maupun lembaga terhadap program acara "Metro Hari Ini" pada 15 September 2012 pukul 18.00 WIB mengenai dialog “Awas, Generasi Baru Teroris!”.
Pertemuan yang berlangsung di kantor KPI Pusat, dihadiri Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, Wakil Ketua KPI Pusat, Ezki Suyanto, Anggota KPI Pusat, Nina Mutmainnah dan Azimah Soebagyo.
Dalam pertemuan itu, Pemimpin Redaksi Metro TV Putra Nababan mengklarifikasi dan mengaku, Metro TV tidak pernah memberitakan, apalagi menyebutkan Rohis (Kerohanian Islam) sebagai sarang “teroris”.
KPI, pada Selasa, 18 September 2012, juga sempat memberitakan pengadukan dalam kasus ini yang masuk pada KPI Pusat baik via SMS, Email, Facebook dan twitter sempat mencapai 17 ribu aduan.
Hingga berita ini diturunkan kegiatan masih terus berlanjut. Kelompok FSLDK terdengar hingga keluar ruangan berulang kali meminta Metro TV mempertanggung jawabkan berita yang dinilai merusak nama baik Rohis dan kegiatan dakwah Islam di Sekolah. Mereka mengaku bisa membuktikan bahwa kegiatan Rohis sarat dengan prestasi pendidikan dan tidak terlibat jaringan terorisme.
"Ya inikan baru mediasi jadi lebih baik tertutup dulu" Jelas Ezki Suyanto, salah seorang komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kepada hidayatullah.com di luar ruangan pertemuan, Senin (24/09/2012).
Walau pihak media yang lain keluar namun wartawan metro tv tetap diperbolehkan ada didalam ruangan. Acara ini sendiri selain dihadiri perwakilan Metro TV juga dihadiri Forum Silahturahim Lembaga Dakwah Kampus (FS LDK) dan beberapa pembina rohis dari jabotabek.
Ezki Suyanto juga mengakui bahwa jumlah sms protes terhadap acara "Metro Hari Ini" yang menuduh Rohis sebagai tempat perekrutan teroris terus meningkat. Walau tidak menemukan angka pastinya, ia menegaskan jumlah tersebut di atas angka puluhan ribu. berdasar penelusuran hidayatullah.com, jumlah SMS pengaduan terkait masalah ini sudah di atas angka 20 ribu.
Menurut KPI, sebenarnya urusan Metro TV dengan KPI sudah selesai. Namun urusan dengan pihak Dewan Pers masih belum karena jumlah pengaduan terkait masalah ini masih terus berdatangan.
"Permasalahan Metro TV dengan dewan pers sudah selesai, namun dengan KPI belum karena SMS protes masih terus berdatangan," tambah Ezki.
Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat hari Senin (17/09/2012) sempat mengundang Metro TV guna memberikan klarifikasi atas banyaknya pengaduan secara invidual, organisasi maupun lembaga terhadap program acara "Metro Hari Ini" pada 15 September 2012 pukul 18.00 WIB mengenai dialog “Awas, Generasi Baru Teroris!”.
Pertemuan yang berlangsung di kantor KPI Pusat, dihadiri Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, Wakil Ketua KPI Pusat, Ezki Suyanto, Anggota KPI Pusat, Nina Mutmainnah dan Azimah Soebagyo.
Dalam pertemuan itu, Pemimpin Redaksi Metro TV Putra Nababan mengklarifikasi dan mengaku, Metro TV tidak pernah memberitakan, apalagi menyebutkan Rohis (Kerohanian Islam) sebagai sarang “teroris”.
KPI, pada Selasa, 18 September 2012, juga sempat memberitakan pengadukan dalam kasus ini yang masuk pada KPI Pusat baik via SMS, Email, Facebook dan twitter sempat mencapai 17 ribu aduan.
Hingga berita ini diturunkan kegiatan masih terus berlanjut. Kelompok FSLDK terdengar hingga keluar ruangan berulang kali meminta Metro TV mempertanggung jawabkan berita yang dinilai merusak nama baik Rohis dan kegiatan dakwah Islam di Sekolah. Mereka mengaku bisa membuktikan bahwa kegiatan Rohis sarat dengan prestasi pendidikan dan tidak terlibat jaringan terorisme.
Dan, berikut ini kami tampilkan Hasil dialog KPI, MetroTv, IMC, dan FSLDK melalui akun twitter Edy A Effendi/ https://twitter.com/eae18 seorang jurnalis dan penulis. Click --> http://fsldkpritim.blogspot.com/2012/09/kultwit-hasil-dialog-kpi-imc-fsldk-dan.html
Sumber : Hidayatullah.com