Kilas Berita :

BERITA UTAMA

Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Terbaru

Index Berita Berdasarkan Topik
Index Berita Berdasarkan Topik

Karena Kita Manusia Biasa

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 22 Okt 2012 | 10/22/2012

Hal menarik ketika beberapa orang ditanyai alasan kenapa surut dan mundur-teratus, muntaber (mundur tanpa kabar berita) dari Lembaga Dakwah ini, mereka diantaranya berdalih karena merasa jauh dari kata sholeh. “Ah jangankan menasihati orang lain, sendiri juga masih belum bisa!”, “Banyak sifat buruk saya, rasa-rasanya gak cocok tetap ada di sana!”, “Sudah banyak orang hebat di sana. Saya malah minder. Hiks”
 
Dan ungkapan-ungkapan sejenis. Perasaan takut menjadi ‘kaburo maktan’ menghantui. Kehati-hatian, rasa takut itu memang selazinnya ada, agar senantiasa menjadi instrospeksi bagi diri. Tapi apakah dengan dalih itu lantas menjadi sebuah alasan untuk berhenti total?
Ah rasa-rasanya tidak!
 
Menjadi individu yang sholeh/hah adalah proses panjang. Manusia takkan mungkin tanpa cela. Bukankah sudah kita ketahui sifat dasar manusia adalah tempat salah dan lupa? Kealfaan adalah kewajaran yang penting tidak turuti, sebaliknya, terus berproses menjadi lebih baik, walau bisa jadi hanya sejengkal.
 
“Saya gak bisa ngementor, ilmu saya masih sedikit, belum alim juga!”
-lalu kapan kau akan punya banyak ilmu dan alim?-
 Ia menggeleng.

-Saudaraku, tak harus menjadi sempurna dulu untuk menyebarkan kebaikan.   
 Tak mesti punya segudang ilmu dulu untuk menebar ilmu. Tak harus menjadi  
 manusia supersuci untuk menasihati.
-Justru ketika kita sedang menyebar kebaikan, menebar ilmu, mencurah 
 nasihat, di saat yang sama KITA SEDANG BERPROSES menjadi individu yang 
 lebih baik, berilmu, dan sholeh”
 
Imam Hasan Al Bashri Berkata,
“Jika lah hanya orang tanpa aib yang boleh memberi nasihat, dan orang yang memiliki aib tak boleh memberi, maka takkan ada yang tersisa yang memberi nasihat. Karena setiap orang punya aib, kekurangan. Maka takkan ada lagi kata nasihat-menasihati” Padahal bukankah dalam surat Al Ashr Allah melazimkankan saling nasihat-menasihati dalam kebajikan?
 
Maka pemahaman yang selazimnya kita pegang adalah, sekali lagi, kita sedang berproses menjadi lebih baik lagi. Mari berdakwah, sekemampuan, semaksimal yang kita bisa.
#Salam Satu Hati

| Humas LDK RM

"Aceh Jezz Bubur" Sukses Tanpa Riba

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 29 Sep 2012 | 9/29/2012

ACEH JEZZ BUBUR ( bubur jagung ) merupakan sebuah usaha keluarga yang di kelola secara profesional sejak tahun 2007 lebih tepatnya didirikan pada tanggal 07 Agustus 2007. AJB berfokus pada unit usaha aneka bubur, yang terus melakukan inovasi baru dalam menciptakan aneka bubur yang berlokasi dii jalan margonda raya no. 416, Depok, Indonesia 16426. ACEH JEZZ BUBUR ( bubur jagung ) merupakan sebuah usaha keluarga yang di kelola secara profesional sejak tahun 2007. AJB berfokus pada unit usaha aneka bubur, yang terus melakukan inovasi baru dalam menciptakan aneka bubur.

“Saat ini kita baru terfokus pada enam jenis bubur yang sangat dominan disukai oleh masyarakat, yaitu bubur jagung, bubur ketan saus durian, bubur jali, bubur ketan hitam, bubur kacang hijau, bubur sumsum. Alhamdulillah dengan kehendak Allah diantara semua bubur, bubur jagunglah yang sangat disukai oleh masyarakat ( 70 % pelanggan memilih bubur jagung).InsyaAllah di waktu mendatang kami akan terus berupaya menciptakan bubur lain."

AJB telah berjalan selama hampir lima tahun, dalam kurun waktu tersebut kami telah mendirikan tiga buah outlet ( Banda Aceh, Depok, Cibubur) dengan penjualan mencapai antara 700 s/d 1000 porsi perhari. Omzet kotor yang kami peroleh sekarang kurang lebih antara Rp 10.000.000 s/d Rp.15.000.000 perhari untuk ketiga outlet.InsyaAllah di tahun 2012 kami mengupayakan untuk membuka 3 outlet lagi di wilayah JABODETABEK.Sekarang kami sedang melakukan penjajakan untuk mem FRANCHISE kan usaha bubur jagung, InsyaAllah paling cepat awal 2013 sudah LOUNCHING FRANCHISE dan paling lambat 2014. Waktu setahun kedepan ini kami manfaatkan untuk persiapan SDM FRANCHISOR dan Proses Legalitas.

Semua ini kami lakukan untuk kenyamanan kedua belah pihak ( pemberi waralaba dan penerima waralaba), karena ini adalah amanah dan kami harus pertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak maka kami tidak ingin buru buru dan kami harus banyak belajar dulu. “ Sebagaimana dipaparkan  oleh ACEH JEZZ BUBUR
Liku-liku Sejarah Perjalanan Bisnis Aceh Jezz Bubur (Bubur Jagung)

Teuku Chaidil (pemilik ACEH JEZZ BURGER )  menuturkan, “25 April 1962 lahirlah saya dari seorang ibu bernama Cut Nurhayati, ayah saya bernama Teuku Adjoeran yang bekerja di kantor DOLOG. Kami mempunyai saudara kandung 9 orang dari dua ibu, ibu tiri saya bernama Siti Sofiah, saya anak ke tiga, saudara laki laki ada 5 dan saudara perempuan ada 4. Pendidikan awal dimulai dengan sekolah di TK Bayangkari Banda Aceh, SD 26 Banda Aceh, SMP 3 Banda Aceh. Pada sore hari saya belajar mengaji pada seorang ustad.

Baru setahun sekolah di SMP 3 Banda Aceh orang tua saya dapat promosi jabatan menjadi kepala Sub Depot logistik Lhoseumawe, dan sayapun ikut serta pindah ke Lhokseumawe. Di Lhokseumawe saya masuk SMP 1 , kemudian melanjutkan lagi SMA ADIDHARMA Banda Aceh , kemudian saya pindah ke SMA 2 Banda Aceh, kemudian pindah lagi SMA 1 Lhokseumawe. Tahun 1994 saya lulus sekolah SMA dan diterima di Fakultas Pertanian Unsyiah.

Setelah menyelesaikan Kuliah pada tahun 1991 saya mendapat pekerjaan di PT. SEMEN ANDALAS INDONESIA ( perusahaan Asing) pada departemen Public relation untuk bidang Community Development dengan masa kontrak kerja 2 tahun. Keluar dari PT Semen Andalas pada tahun 1993 saya bekerja di CV MIRZEN pada departemen pertamanan. Sambil bekerja di CV Mirzen saya membuka sebuah unit usaha Burger di kaki lima pada tahun 1994 di Jalan Teuku Umar Setui Banda Aceh dan kami PELOPOR BURGER di ACEH.

Ide untuk berjualan burger muncul ketika saya sedang melakukan perjalananan ke kota Medan, saat itu saya melihat banyak pedagang burger di kaki lima yang sukses. Kemudian saya melakukan survei dan mewawancarai pedagang Burger kaki lima tentang kiat kesuksesan mereka. Dari situ mulailah timbul keberanian saya untuk berjualan Burger bersama dengan seorang karyawan saya. Dengan bermodalkan uang Rp. 500.000 saya mulai berdagang burger dan roti bakar.

Alhamdulillah, qadarullah usaha yang saya tekuni berjalan baik, penjualan kian hari semakin meningkat terus, modal awal Rp. 500.000 dapat tertutupi pada bulan pertama. Rata- rata penjualan perhari mencapai 100 porsi dengan omzet perhari pada bulan pertama Rp. 250.000. Omzet perhari terus bertambah, sampai pada tahun pertama omzet mencapai Rp.500.000 /hari

Pada tahun 1995 saya ikut bergabung di perusaan PT. KESAYANGAN PRAKARSA (Kontraktor dan Suplier) untuk menduduki jabatan Manager Perusahaan dengan membawahi 7 anak perusahaan. Sambil bekerja di PT. Kesayangan Prakarsa saya pindahkan usaha saya ke kota Lhokseumawe/Aceh Utara. Di kota Lhokseumawe tepatnya di depan radio DIPRA saya harus memulai dari nol kembali. Sehingga omzet penjualan menurun dibandingkan dengan di Banda Aceh. Dengan kepindahan ke kota Lhokseumawe saya terpaksa harus membawa rombongan karyawan saya yang di Banda Aceh, akibatnya biaya operasional tinggi, disamping itu antusias masyarakat terhadap burger dan roti bakar kurang.

Usaha di Lhokseumawe hanya berjalan satu tahun saja, usaha saya tutup dan saya mengkonsentrasikan pada pekerjaan saya. Setelah cukup banyak pengalaman sebagai Maneger Keuangan di PT. Kesayangan Prakarsa, saya memutuskan untuk hijrah ke kota Jakarta pada tahun 1997 untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Maka dengan bermodal sisa gaji yang saya terima, saya memulai melangkah ke Jakarta. Selama dua bulan saya mengajukan permohonan kerja di beberapa perusahaan, tidak ada satupun perusahaan yang memanggil saya, maka saya putuskan untuk kembali ke Banda Aceh.

Di Banda Aceh saya sempat menganggur selama 6 bulan dengan tanpa gaji, apalagi orang tua sudah pensiun. Kebutuhan hidup keluarga kami hanya mengandalkan pensiunan dari orang tua. Ada timbul keinginan untuk berjualan lagi, tapi uang tidak ada dan tabungan kosong sama sekali. Alhamdulillah pada bulan April 1998 ada teman yang mau buka usaha burger, dan dia membeli peralatan (tempat panggang burger) saya dulu dengan harga Rp 200.000. Dengan bermodal uang Rp 200.000 inilah saya kembali bersemangat untuk berjualan agar bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Uang tersebut hanya saya gunakan untuk membeli bahan saja, sementara peralatan kerja masih layak untuk digunakan. Saya berjualan sendiri di depan warung adik saya dekat rumah dengan pertimbangan tidak perlu sewa tempat karena keterbatasan dana serta tidak ada tambahan biaya transportasi. Setelah berjalan selama 1 bulan penjualan hanya laku 15 s/d 20 porsi saja atau sekitar Rp.70.000,per hari, maka saya putuskan untuk pindah lokasi yang lebih strategis yaitu di pinggir jalan besar yang ramai dilalui orang.

Saya dapatkan sebuah restoran teman yang masih punya tempat untuk numpang jualan yang lokasinya di Jl. Mugayatsyah dan agak jauh dari rumah. Jauhnya lokasi membuat saya harus extra kerja dengan mengayuh sepeda sejauh 6 km pulang pergi. Sepeda inilah saya gunakan setiap hari untuk menjalankan usaha, kalau di pagi hari jam 6 pagi saya harus ke pasar dengan sepeda sejauh 8 km pulang pergi untuk membeli bahan dagangan. Di siang hari sepeda tersebut kembali saya kayuh dengan membawa barang dagangan, begitu juga ketika pulangnya dilarut malam dengan kondisi tubuh yang sudah kelelahan saya harus kembali mengayuhkan sepeda untuk bisa sampai di rumah. Semua pekerjaan saya lakukan sendiri untuk memperkecil biaya karena daya jual masih sangat rendah.

Perjalan waktu satu bulan di tempat baru hanya bisa mendongkrak penjualan 10 porsi saja yaitu antara 20 s/d 30 ( Rp 100.000 ) perharinya. Keuntungan dari penjualan hanya cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga saja. Melihat angka penjualan yang stagnan maka saya mulai membaca literatur marketing tentang bagaimana memasarkan sebuah produk. Dengan izin Allah dari situ mulai terbuka pikiran saya betapa pentingnya marketing dalam menjalankan sebuah usaha.

Perubahan drastis mulai saya lakukan, pertama saya melakukan perubahan kualitas burger yang lebih baik, kedua menata outlet yang lebih indah, ketiga menjaga kebersihan outlet, keempat menciptakan kehangatan hubungan dengan pelanggan dengan bersikap ramah, kelima mempercepat kerja. Setelah lima langkah tersebut mampu saya lakukan dengan baik maka mulailah saya mengemas sebuah publikasi yang unik.

Publikasi yang saya lakukan adalah dengan membuat sebuah potongan papan triplek ukuran 60 x 15 cm dengan tulisan JEZZ BURGER pada baris atas dan tulisan JL. MUGAYATSAH 8 dengan perpaduan warna yang sangat kontras dan indah. Media iklan tersebut saya tempelkan pada pohon di sepanjang jalan di wilayah kota Banda Aceh. Sehingga kemanapun orang akan pergi pasti melihat papan iklan tersebut.

Alhamdulillah metoda tersebut berhasil sehingga angka penjualan meningkat antara 50 s/d 70 porsi ( Rp 200.000 ) di bulan kedua. Dengan adanya peningkatan penjualan saya mulai menambah karyawan yaitu adik saya sendiri. Angka penjualan terus meningkat dari hari ke hari sampai 100 porsi perharinya pada bulan ke 8, dan lagi lagi saya harus menambah seorang karyawan lagi untuk membantu operasional. Dengan angka penjualan 100 porsi ( Rp. 300.000) per hari sudah cukup untuk membiayai keluarga dan sedikit menyimpan tabungan.

Saat penjualan mulai membaik datang seorang teman untuk meminta bantuan mengelola usahanya, untuk menduduki jabatan sebagai Maneger operasional di perusahan PT. ZEIN BERSAUDARA ( Distribution & Suplier ). Alhamdulillah dimasa penjualan sudah mulai membaik ALLAH mempertemukan dengan seorang gadis cantik tamatan perguruan tinggi IAIN Ar-Raniri Banda aceh bernama CUT RABIATUN ADAWIYAH. Perkawinan saya tergolong lambat, usia saya saat itu 37 tahun dan istri saya 27 tahun, tapi saya percaya kepada Allah bahwa inilah waktu yang terbaik bagi saya untuk berumah tangga. Seluruh biaya perkawinan saya dibiayai oleh orang tua saya karena tabungan saya belum mencukupinya

Setelah usaha berjalan satu tahun saya mendapat tawaran dari teman kuliah untuk menyambung sewa toko yang belum habis masa sewa. Kesempatan inipun tidak saya sia-siakan, apalagi masa sewa dibayar sebulan sekali setelah saya menggunakannya. Untuk memulai jualan di toko akan banyak pengeluaran membeli peralatan sebuah restoran, sementara tabungan saya tidak cukup dan saya coba berkonsultasi dengan istri. Alhamdulillah istri dengan senang hati menjual 10 mayam mas kawin yang saya berikan untuk membantu membeli peralatan restoran atau cafe.

Restoran itu kami beri nama JEZZ CAFE di Jalan Teuku Umar Banda Aceh. Pada awal 1999 kami mulai berjualn dengan format CAFE TERBUKA. Format cafe model ini belum ada saat itu sehingga ini menjadi daya tarik bagi kawula muda Banda Aceh.

Kami mulai menambahkan menu baru yaitu PISANG BAKAR KEJU. Sedangkan untuk katagori minuman kami menyediakan segala jenis jus, minuman botol, ES TELER dan MILKSHAKE. Dengan format cafe yang kami tawarkan ternyata memberi dampak yang sangat baik bagi usaha kami. Saya mulai menambah lagi karyawan dan menggantikan sepeda dengan sepeda motor untuk operasional saya. Angka penjualan terus meningkat, saya telah mampu mempekerjakan 10 orang karyawan. Omset penjualan telah mencapai 1.500.000 per hari dengan penjualan 300 porsi burger dan roti ditambah penjualan minuman)

Kabar gembira muncul lagi dengan lahirnya anak kami yang pertama yang kami beri nama ABDURRAHMAN AL-MANSYOER yang menjadi amanah bagi kami untuk mendidiknya. Toko yang tadinya kami sewa per bulan kini kami sewa pertahun dengan nilai kontrak 4 juta. Setelah waktu dua tahun menempati toko tersebut dimana pengunjung tidak tertampung lagi maka kami putuskan untuk menyewa toko yang di sebelahnya lagi dengan kapasitas pengunjung 160 orang, dan kami mulai menambah karyawan lagi menjadi 25 orang, Kami pun menambah menu-menu baru lagi seperti : KENTANG GORENG, CREP, TOATS, OMELET, sedangkan untuk minuman kami menambah beberapa jenis seperti ICE CREAM, PUNCH, FLUTE.

Suasana toko saya tata sedimikian rupa dengan desain  yang menarik, pengunjung semakin ramai, setiap sore cafe dipenuhi sesak oleh kawula muda, sehingga jalanan dibuat macet tiap sorenya. Target pasar saya saat itu memang kawula muda, ALHAMDULILLAH penjualan terus meningkat . Ramainya pengunjung yang datang ke JEZZ CAFÉ membuat perusaan Rokok A Mild ikut mempromosikan produknya di Cafe. Kerjasamapun ditandatangani dan A Mild mempunyai hak eklusif untuk beriklan di Cafe, seluruh cafe dipenuhi oleh materi iklan A Mild.

Hak eklusif lainnya yang di dapat, mereka bisa menyelenggarakan LIVE Musik serta mendatangkan artis ibukota. Saat itu JEZZ CAFÉ benar benar menjadi TRADE MARK bagi kawula muda Banda Aceh untuk kongko-kongko sore dan malam. Dari hasil penjualan burger saya sudah bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membantu seluruh anggota keluarga, dan saya juga sudah bisa membiayai perkawinan adik adik saya dan sudah bisa menyimpan tabungan. Selama kurun waktu lima tahun saya sendiri selalu terjun langsung di warung untuk mengatur semua operasionalnya.

Disamping itu saya juga berusaha untuk dapat mengikuti kajian agama di pesantren. Selama waktu tiga bulan saya belajar ilmu agama saya merasakan ada sesuatu yang kurang berkenan dengan apa yang saya dapati. Saya mulai berdoa pada Allah “ YA ALLAH JIKA ADA TEMPAT LAIN YANG MEMBUAT SAYA BENAR BENAR TENTRAM, MAKA PERTEMUKANLAH SAYA DENGAN MEREKA “.

Alhamdulillah doa saya di kabulkan oleh ALLAH dan saya diketemukan dengan sebuah jamaah pengajian yang bermanhaj AHLUL SUNAH WAL JAMAAH yang murni mengambil dalil dari Al-Qur’an dan hadist yang shahih. Dari situlah saya mulai mendapat hidayah dari Allah untuk tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadist dalam menyikapi setiap permasalahan hidup yang saya hadapi . Saya mulai berkonsultasi dengan Ustad untuk menayakan status usaha saya dipandang dari sudut syariat islam.

Maka beberapa perubahan dratis mulai saya lakukan, walau resiko yang akan saya hadapi sangat besar. Saya harus istiqamah dan percaya bahwa “BARANG SIAPA YANG MEMBELA AGAMA ALLAH MAKA ALLAH AKAN MEMUDAHKAN SEGALA URUSANNYA”

Perubahan yang saya lakukan yaitu: Menutup warung pada waktu shalat,
Tidak lagi menjual rokok, Tidak lagi menyelenggarakan live musik. Sedangkan menyedikan makan di tempat dan tidak adanya karyawan wanita belum saya berlakukan.

Dengan perubahan yang begitu drastis saya mulai menuai cemoohan dari pelanggan dan teman teman. Gaya saya yang biayanya gaya anak gaul saya rubah menjadi gaya islami. Diantara cemoohan yang sangat berbekas sampai saat ini adalah ;

Pertama, “ Emang lu aja yang beragama islam, belagu amat lu.”

Kedua, asal ketemu teman saya dipanggil embeek ( menirukan suara kambing, karena saya berjenggot) dan banyak lagi cemoohan yang saya terima, saya tetap bersabar karena ini adalah ujian. Banyaknya perubahan drastis yang saya lakukan membuat kawula muda mulai menjauh dari cafe kami, saya sadar mereka adalah kawula muda yang tidak mau digurui seperti itu, apalagi Cafe mulai bermunculan . Angka penjualanpun turun drastis, dari bulan ke bulan. Kalau sebelum saya berlakukan sistim dagang menurut syariat, saya bisa memperoleh keuntungan satu bulan mencapai 25 juta, maka ketika saya berlakukan peraturan seperti itu saya hanya memperoleh keuntungan cuma 2, 5 juta per bulan, tapi saya merasa senang karena itu lebih barokah.

Di saat saya mulai mengenal sunnah, kami dianugerahi anak kedua yang bernama Abdullah Al-Mansyoer. Qadarullah tahun 2004 Banda Aceh di landa tunami, beberapa bagian bangunan saya hancur terkena gempa. Satu bulan pertama setelah tsunami kita bisa berdagang, masyarakat terkonsentrasi untuk membantu korban tsunami. Masa satu bulan membuat tabungan habis untuk keperluan dimasa tanggap darurat. Saya mengambil keputusan untuk tidak lagi melanjutkan usaha saya karena dua hal yang belum saya berlakukan tadi akan menjadi kurang barokah.

Bulan bulan berikutnya saya sama sekali tidak ada penghasilan dan hanya berharap bantuan dari orang tua dan saudara saudara, apalagi masa itu saya masih terlalu shok dengan Tsunami. Setelah masa tenang terlalui saya mulai berpikir untuk bisa menghasilkan uang, kami sekeluarga sepakat untuk jualan “Nasi Gurih”. Kamipun mulai kerja keras lagi, ternyata usaha dagang nasi sangat menyita waktu dan hampir tidak ada waktu yang tersisa siang dan malam. Usaha ini hanya bertahan 1 bulan dan kamipun memutuskan untuk berhenti dagang nasi karena seluruh karyawan terlalu lelah.

Pada bulan April 2005,kami sepakat bersama istri untuk hijrah ke Jakarta untuk berdagang burger dan roti bakar. Langkah kamipun saat itu mulai tertuju ke Jakarta. Dengan bermodal hasil jualan nasi sebulan dan bantuan dari orang tua serta pinjaman saudara, saya membuka usaha di wilayah Lebak Bulus. Penjualan nyaris tidak laku, malah lebih sering tidak laku sama sekali. Tabungan terus terkuras, untuk biaya hidup saja kami tidak dapat terpenuhi, lagi lagi kami meminta tambahan pinjaman dari saudara. Selama kurun waktu tujuh bulan penjualan benar benar nihil dan utangpun terus bertambah, kami hidup penuh dalam keprihatinan, malah beberapa waktu tidak satupun yang bisa dimakan lagi karena sisa uang sudah habis sama sekali.

Selanjutnya kami berkonsultasi dengan istri dan kamipun sepakat untuk kembali ke kampung halaman. Uang untuk ongkos kembali tidak ada, kami berinisiatif untuk mengover kontrak toko, alhamdulillah ada yang mau. Uang yang kami peroleh digunakan untuk membeli tiket pesawat, tetapi untuk mengangkut seluruh peralatan kerja tidak ada, maka kamipun meminta tambahan pinjaman dana dari saudara sehingga total pinjaman sudah mencapai 40 juta.

Setiba di Banda Aceh pada bulan 12 tahun 2005 kami hidup dari nol kembali. Dengan kebaikan adik ipar yang meminjamkan dana sebesar 15 juta kami merenovasi kamar untuk disewakan kepada tamu dari luar Aceh dan luar negeri yang membantu rehabilitas area Tsunami. Untuk mengisi perabot kamar kami mengutang Rp 10 juta di toko perabotan.

Alhamdulillah usaha dapat berjalan, dan keuntungan hanya cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari saja sementara utang belum bisa tertutupi. Usaha sewa kamar hanya bisa bertahan selama satu tahun, tabungan sama sekali tidak ada. Dalam kondisi seperti ini kami mencoba lagi untuk kembali berjualan burger. Penjualan dimulai dari berjualan di depan warung kakak ipar, selama tiga bulan tidak ada perkembangan sama sekali. Kemudian kami memutuskan untuk pindah ke kampus Unsyiah dekat fakultas ekonomi, tempat ini juga tidak mendongkrak penjualan. Selama tiga bulan kami bisa bertahan dan lagi-lagi kami harus kembali ke Neusu dekat rumah. Tapi ternyata penjualan burgerpun tidak mampu membiayai kebutuhan hari hari.Peminat burger tidak mengalami peningkatan, sehingga kami tidak bisa mempekerjakan karyawan, semuanya ditangani sendiri. Istri dalam kondisi hamil harus bekerja extra siang dan malam tanpa ada pembantu, sementara saya pagi ke pasar siang sampai malam berjualan.

Akhir tahun 2006, dalam usia kandungan kehamilan sembilan bulan kami berkonsultasi dengan dokter kandungan tentang kondisi istri, secara fisik istri memang ukuran kehamilannya sangat besar. Dokter mengambil kesimpulan untuk operasi, biaya operasi 8 juta, sementara kami tidak punya uang sama sekali, qadarullah dengan kebaikan dokter, kami diberi bayar dulu sebesar uang yang kami punya. Anak ketiga yang lahir kami beri nama AISYAH AL-MANSYOER

Dari kunjungan saudara dan rekan rekan kami mendapatkan uang 3 juta, uang tersebut kami gunakan untuk menbayar biaya kelahiran, sedangkan sisa 5 juta kami berhutang lagi. Qadarullah pada saat saya mendampingi Ustad mengisi ceramah di Meuredu Aceh Pidie, di tempat tersebut saya melihat ada pedagang BUBUR KANJI RUMBI ( bubur tradisional Aceh ) yang banyak peminatnya. Saya menjadi tertarik untuk mencoba berdagang bubur kanji rumbi. Pada awal bulan 7 tahun 2007, setelah berkonsultasi dengan istri dan ibu tiri saya kami sepakat untuk menambah menu dagangan. Alhamdulillah penjualan bubur kanji ada peminatnya, selanjutnya kami menambah jenis bubur tradisional aceh yaitu BUBUR IE BU PEUDAH. Tapi penjualan tetap saja hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan sehari hari.

Pada bulan 10 tahun 2007 warung yang kami tempati di sewa sama orang lain, kami tidak punya tempat lagi untuk berdagang, dan kamipun pindah lokasi di depan warung nasi goreng DAUS. Ditempat baru inipun penjualan tidak mengalami kenaikan, malah menurun. Dalam kondisi seperti ini suami adik saya meminjamkan uang sebesar 20 juta untuk menyewa sebuah toko di Jalan Teuku Umar Setui Banda Aceh, sehingga total utang kami mencapai 90 juta.

Akhir tahun 2007 kami mulai menempati tempat baru di pinggir jalan utama, ternyata penjualannya tidak mengalami kenaikan sama sekali. Waktu sudah berjalan tiga bulan. Qadarullah sore itu istri saya minta ikut ke pasar untuk belanja bahan jualan, kami singgah di warung langganan saya.

Di warung tersebut istri saya melihat beras ketan hitam dan membelinya untuk dibuat bubur ketan hitam. Setelah bubur dimasak, alhamdulillah rasanya sangat enak, saya sempat memberikan kepada karyawan saya, kami merekomendasi bubur yang dibuat istri untuk dijual. Dengan penuh keberanian kami sepakat untuk coba menjual bubur ketan hitam fan bubur kacang hijau. Satu minggu sebelum penjualan kami telah pasang spanduk di depan warung dengan tulisan “SEGERA HADIR BUBUR KETAN HITAM DAN KACANG HIJAU”.
Antusias pengunjung ternyata baik dan banyak menanyakan kapan kami jualan.

Tepat saat launching kedua bubur tersebut hanya dalam hitungan satu jam bubur terjual habis, keesokannya kami menambah porsi dan buburpun terjual habis, begitu seterusnya. Penjualan terus mengalami peningkatan Pada bulan pertama penjualan mencapai 100 porsi, bulan kedua 150 porsi, bulan ketiga 200 porsi, bulan ke empat 250 porsi, bulan kelima 300 porsi. Jenis buburpun kami tambah dengan bubur sumsum, bubur ayam dan bubur sagu.

Alhamdulillah pada bulan ke enam saya sudah bisa melunasi seluruh hutang saya sejumlah 90 juta. Satu tahun setelah menjual aneka bubur (2008) kami menciptakan inovasi baru dengan menghadirkan BUBUR JAGUNG, alhamdulillah peminat BUBUR JAGUNG sangat banyak peminatnya .

Untuk operasional pengangkutan bubur saya masih menggunakan becak barang, dan baru pada tahun kedua (2009) saya sudah bisa membeli kendaraan baru secara kontan untuk kenderaan operasional serta merenovasi rumah. Alhamdulillah usaha terus mengalami peningkatan sampai pada tahun ke tiga. Pada tahun 2010 kami sepakat bersama istri untuk kembali ke Jakarta dengan membuka cabang baru.

Kehidupan baru di Depok mulai kami jalani, selama satu bulan saya mensurvei kompetitor dan area penjualan, akhirnya pilihan kami jatuh di kota Depok, dengan pertimbangan biaya sewa masih tergolong murah ( 50 % ) dibandingkan dengan Jakarta, disamping itu juga lokasinya yang dekat dengan rumah. Dengan bermodal Rp 300 juta kami membuka outlet di Depok. Outlet kami tata sedemikian rupa dengan corak warna yang menyolok dan indah. Untuk desain background kami serahkan ahli desain, sedangkan pola tata ruang saya sendiri yang desain.

Untuk menarik minat pembeli maka saya buat texline :

“ BUBUR JAGUNG…..JANGAN BELI NANTI BISA KETAGIHAN” .

Untuk menjaga kulitas terbaik dari bubur yang kami produksi maka kami hanya menggunakan bahan yang terbaik baik import maupun lokal. Proses pengolahan tanpa menggunakan bahan penyedap, tanpa pengawet, tanpa pewarna, tanpa pemanis buatan serta di produksi dengan memakai air mineral.

Konsep penjualan murni mengikuti syar’i diantaranya ;

1. Sumber dana yang kami gunakan tidak memakai dana BANK, untuk menghindari riba.

2. Warung tidak menyediakan tempat duduk agar tidak bercampurnya laki laki dan perempuan yang bukan muhrim dalam satu meja.

3. Setiap waktu shalat warung ditutup untuk sementara, mengikat hukum shalat berjamaah ke mesjid bagi laki-laki adalah wajib.

4. Karyawan menggunakan pakaian muslim.

5. Promosi produk kami lakukan lewat koran, jejaring social Facebook ( Aceh jezz bubur ) dan twitter (bubur_jagung) disamping itu juga kami promo di KASKUS (UNIK…bubur jagung yang enggak bisa dibeli ).

Promo demikian ternyata ampuh, penjualan kami pun di bulan bulan pertama sudah mencapai 100 porsi / hari, semua bubur kami hargai Rp. 15.000. Untuk Outlet Depok kami menambah 2 jenis bubur baru yaitu BUBUR KETAN SAUS DURIAN dan BUBUR JALI. Penjualan terus meningkat mencapai 200 porsi pada bulan ketiga. Tingginya daya jual dan sistim take a way serta tutupnya warung serta model jualan secara syariat menarik minat media televisi dan media cetak untuk mengexsposenya.

Kadarullah Stasion Televisi pertama yang meliput usaha bubur dari TRANS TV ( ACARA JELANG SIANG) berdampak sangat positif, sehingga hasil penjualan kami pada bulan ketiga sudah mencapi 300 porsi per hari. Pada tahun 2011 kami kembali membuka cabang baru di CIBUBUR, di cibubur penjualan pada bulan pertama juga sudah mencapai 100 porsi.

Sekarang usaha sudah berjalan hampir lima tahun, total penjualan untuk ketiga wilayah sudah mencapai 1000 porsi dengan omset 15 juta perhari. Alhamdulillah dengan hasil penjualan saya sudah bisa Umroh dua kali serta ikut mengumrohkan ketiga orang tua saya. Sampai saat ini sudah 10 station Televisi meliput profil bubur jagung dan banyak juga dari media cetak maupun online yang meliputnya.

Qadarullah dengan banyaknya liputan dari media televisi dan cetak serta situs online membuat bubur jagung sudah mencapai BRAND IMAGE yang merupakan salah satu target kami. Alhamdulillah hampir setiap hari kami mendapat tilpon dari masyarakat untuk bisa ikut bermitra (FRANCHISE), sekarang kami lagi mempersiapkan proses perizinan waralaba. Penting kami informasikan bahwa apa yang menjadi alur cerita perjalanan bisnis kami ini semata mata karena banyaknya permintaan dari media televisi dan cetak untuk mendapat informasi detil seluruh perjalan usaha kami dan latar belakan kehidupan dari keluarga kami.

Cerita yang kami sampaikan ini sedikitpun tidak ada maksud untuk menyombongkan diri, tapi hanya sebagai ibrah dan sharing bagi pelanggan setia serta masyarakat pada umumnya, yang terpenting dari kisah ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa SEBUAH USAHA HARUS DI TEMPUH DENGAN PENUH PERJUANGAN DAN KESABARAN. Perlu juga saya garis bawahi bahwa keberhasilan perjalan bisnis saya semata mata karena kehendak Allah…. Tiada daya dan upaya kecuali atas izin Allah.

Bagi yang ingin punya rencana bermintra dengan kami dengan sistim FRANCHISE, maka kami ingin menyampaikan pesan bahwa: KAMI TIDAK PERNAH MEMBERI JAMINAN KE PADA ANDA BAHWA ANDA AKAN MERAUP UNTUNG JIKA MENGGUNAKAN MEREK DAGANG ACEH JEZZ BUBUR.

Urusan rezeki adalah HAK ALLAH, ALLAH-lah yang menentukannya. Kita tidak pernah tau apa yang terjadi besok, tugas kita hanya bekerja keras dengan penuh kesabaran dan mohon doa pada Allah.

Email         : acehjezzbubur@ymail.com
Telepon      :  +620811155199
Situs Web   : http://www.bisnisbubur.com

|pengusahamuslim.com


Disaat Hangat Berita Kontroversi Rohis = Teroris, LDK At Tarbiyah Garut Menggelar D2

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 16 Sep 2012 | 9/16/2012

Garut, 16/9. Hangatnya berita akhir akhir ini oleh salah satu televisi nasional (MetroTv) yang menyebut program ekstrakulikuler di masjid-masjid sekolah khusunya SMP/SMA sebagai pintu masuk teroris kembali banyak menuai kritik. Pihak MetroTv pun akhirnya memberikan penjelasan/Klarisikasi lewat websitenya, meski kritik dan penyikapan terus berlanjut menuntut sampai tuntas.

Tapi ada suasana kehangatan yang berbeda di pelosok Garut - Jawa Barat dengan pemandangan Kecamatan Bayombong yang terhampar hijau, para anggota kegiatan mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus (LDK) At Tarbiyah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Garut berkumpul dalam sebuah masjid sederhana. Mereka berkumpul dalam acara rutin kaderisasi (Dauroh) 2 / D2 sejak 14-16 September dengan dihadiri oleh 8 orang laki-laki dan 9 Orang perempuan.

Dengan semangat "Revitalisasi dakwah kampus sebagai wadah tarbiyah diri dan umat" terpampang dalam spanduk, para peserta khusyu menyimak materi materi yang disampaikan oleh pemateri. "Acara ini diadakan sebagai bentuk dari aplikasi manhaj kaderisasi dengan materi-materi motivasi diri, penguataan & pemahaman akan islam, serta penanaman karakter aktivis yang nantinya para peserta akan menjadi pengurus inti di LDK At Tarbiyah" papar Akh Aqlam Nurjaman sebagai Ketua LDK disela sela acara.

Acarapun dihentikan sementara, untuk melaksanakan shalat dzuhur berjamaah dan makan bersama yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan materi kembali sampai selesai. Tampak juga para Alumni LDK menghadiri acara tersebut selain untuk bersilaturahim, mereka juga datang untuk membimbing adik-adiknya yang akan dipersiapkan kelak untuk menjadi pengurus inti LDK dan para pemimpin di kampusnya sehingga menjadi tauladan bagi semua Mahasiswa dan berkontribusi untuk perbaikan Bangsa Indonesia.

Suka Duka Jadi Profesi Blogger LDK

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 8 Sep 2012 | 9/08/2012

Ini pengalaman yang dari dulu paling anti dunia tulis menulis, apalagi membaca. Yang sekarang tidak tau kenapa dan tanpa alasan yang jelas tiba tiba mendadak suka. entah siapa yang menggerakan. Jadi intinya saya mau curhat... Bismillah

Dulu pada awal masa putih abu abu (SMA), saya dikenalkan dengan kajian unik yang dihadiri 7-10 orang-an di masjid sekolah. Awalnya sih saya males alias ga mau apalagi saya ketakutan karena banyak berita di media akan maraknya aliran sesat. Bagi saya ini bentuk kajian yang baru saya kenal.. Tapi, dlm hati saya selalu berdo'a mudah mudahan Allah selalu menunjukan jalan untuk memperbaiki diri. itulah niat awal yang saya bangun. Akhirnya saya jalani dari hari ke hari hingga saya faham dan begitu rindu akan kajian itu. ya itu kajian bernama mentoring. Titik tolak perubahan saya....
Ternyata bekal mentoring di SMA dulu yang di setiap pekannya dievaluasi berbagai hal Baik Aspek Ruhiyah, Fikriyah, dan Jasadiyah membawa dampak luar biasa sekarang. Jujur, Saya sadiri kadang berbohong pada kakak pengasuh mentoring ketika ditanya "Sudah berapa Juz Tilawahnya ?" karena malu belum buka Al Qur'an dalam satu minggu. hehe. Tapi lama kelamaan saya mulai terbiasa. termasuk evaluasi Membaca Buku & Menulis setiap pekan nya. Khusus dalam aspek Membaca & menulis ya mimpi saya ingin menjadi seorang penulis. 
Akhirnya saya beli tuh buku cara cara menulis dan menjadi penulis. Buku pertama yang saya beli karangan Mbak Afra Ifatunnisa tapi lupa lagi judulnya. Saya masih ingat diantara isi bukunya "Tidak ada aturan untuk menulis, tulis dan ungkapkan apa saja yang ada dalam fikiran". Ada motivasi yang tanpa sadar yang menggerakan masuk kedalam jiwa, hingga akhirnya saya nekad ikut Lomba Blogger tingkat Provinsi yang diadakan oleh salah satu perusahaan seluler nasional. Saya pun mulai bikin blog karena tertarik ingin dapat hadiah Laptop. Memang Nekad waktu itu dan kenyataanya ketika mulai mengedit blog saya menemukan ribuan semut semut yang berbaris berupa kode kode huruf dan angka yang bergoyang yang saya tidak mengerti apa artinya. Mereka berbicara "Hai, temukan apa artinya aku" haha...

Karena tidak faham akan Blog, mimpi dapat Laptop pun terkubur selamanya. Dalam daftar peserta, Blog saya paling indah dan rapi. ga ada satupun huruf yang muncul dan designnya seperti kapal Titanic pecah berkeping keping. :(. Ternyata "Semangat saja belum cukup, Tapi harus punya skill yang dilatih". Dunia blogger tetap saya pelajari hingga akhirnya muncul satu huruf, gambar, video, animasi. Satu Blog pertama yang bersejarah berhasil. Leganya dalam hati....
==========================

Sekarang, saya tidak akan memakai baju Putih abu abu lagi dan hari senin tidak akan upacara lagi. Dunia Kampus, Wow... (Bangganya dalam hati) kesan pertama masuk kampus. OSPEK pun menjadi hal yang menarik, kok sama ya kayak di SMA pake yang aneh aneh tpi ga ada manfaat nya. saya pun cari kenalan khusus nya anak anak Rohis di Kampus (LDK), agar saya bisa ikut dan merasakan indahnya dunia dakwah kampus. Semester Satu saya pun mulai aktif di LDK, ya biasa ikut proses kaderisasi  dll sampai Semester empat Hingga Akhirnya saya magang di Departemen Syiar.  Saya diamanahi sebagai pengelola dunia kejurnalistikan.

Hari demi hari saya pelajari "Dunia Media dan Pengaruhnya" juga berkaitan erat dengan jurusan saya di Bisnis dan Pemasaraan tentang "Media Advertising" baik melalui buku atau langsung dikehidupan nyata, kadang saya suka ke Pasar, Mall, jalan jalan bagaimana mereka memasarkan produknya hingga laku. Lihat juga iklan iklan di pinggir jalan, televisi dan radio. Saya ingin waktu itu, LDK bisa seperti mereka. "Syiar yang dilakukan LDK M-J-L (Menarik-Jitu-Laku)".

Mulailah saya awali program yang sederhana yang bisa dan mampu saya lakukan yaitu membuat Blog bagi LDK karena memang waktu itu, LDK belum mempunyai Blog. dan saya fikir, LDK harus mempunyai Media "Pemasarannya" di dunia Maya. Hasil yang saya pelajari ternyata Kecepatan informasi dan pengaruh dunia maya bagi dunia nyata sangat besar. Hingga kenapa ada gerakan Zionisme Internasional yang ingin menguasai dunia dengan menguasi dan mengendalikan dunia maya dan informasi baik berupa Audio, Visual, dll. Banyak sekarang. Media media sudah tidak kondusif lagi bagi kita seorang muslim. Saya sarankan Lihat Film "The Arrival" disitu diungkap cara cara zionis menguasai dunia dengan mengendalikan dunia maya dan informasi.
Inilah yang harus saya pelajari dari kecerdasan Zionis, yaitu bagaimana kita bisa memberikan warna baru untuk kebaikan umat manusia salah satunya melalui dunia maya sehingga Islam dapat diterima oleh semua kalangan. Itulah mungkin pendapat saya waktu itu...

Tulis berita kegiatan LDK, Upload Foto, dll itulah pekerjaan sederhana yang saya lakukan saat magang. Kadang dalam hati saya mengeluh, kapan ya punya kamera digital ?? atau Handycam untuk meliput kegiatan LDK dan mengupload nya di Blog ?? sedih juga sih... Tapi, banyak jalan menuju roma. HP saya yang berkamera yang sudah kusam saya gunakan diberbagai kesempatan meski kwalitas fotonya rendah kadang buram apalagi kalau kegiatan waktu malam hari yah ga bisa berbuat apa apa karena kamera saya tidak ada lampu flash nya maklum, hehe. Begitupun dalam menulis Di Blog. Meski tidak punya Laptop yang fleksibel dibawa kemana-mana untuk menulis berita di Blog, saya gunakan HP. Alhamdulillah nih HP saya ini bisa memasang aplikasi internet jadi bisa langsung update ke Blog, meski harus sabar mengetik huruf hurufnya.

Lama kelamaan Blog LDK mulai aktif, saya pun mulai belajar kepada LDK yang lain yang jauh lebih maju dan aktif hingga akhirnya saya bisa terlibat dalam komunitas LDK dari seluruh Indonesia. Dari situlah saya benar benar cinta akan dunia Blogger dan tulis menulis. saya mencoba mengupgrade skill saya nekad dengan menjadi kontributor disalah satu situs islam nasional dan situs berita televisi nasioanal. Alhamdulillah salah satu tulisan saya dimuat dan bahagianya waktu itu, mimpi yang terjadi dari SMA dulu. meski sekarang saya off dari kontributor karena kesibukan lain. Nah, yang aneh bagi saya sendiri juga. Saya tidak pernah memperhatikan EYD dalam tulisan. hehe maklum kepaksa :). Tapi itulah yang harus saya perbaiki juga."Semangat saja belum cukup, Tapi harus punya skill yang dilatih, dan Ilmu yang harus digali".

Syuro-Syuro antar LDK pun saya suka menghadiri, kadang gagasan agar semua LDK dan anggotanya mempunyai website/Blog saya utarakan. ya sambil sama sama belajar kepada LDK yang lain agar bagaimana gerakan marketing LDK di dunia maya bisa masif dan berpengaruh. Kalau dunia nyata jelas itu sudah menjadi keharusan. Dan akhirnya saya pun berkenalan dengan salah seorang tokoh LDK dan saya dapat belajar dari beliau yang menjadi motivasi saya sendiri.

Ditengah perjalanan, spirit untuk menulis di blog LDK agak kendor. Mungkin salah satunya karena faktor ukhuwah antar team di departemen saya dan faktor internal dalam diri saya. saya mencoba terus mengevaluasi merenung dalam, kenapa ini bisa terjadi. hingga akhirnya saya menemukan sebuah titik yang benar benar membuat hati ini terdiam sekaligus menjadi rambu rambu seraya mengetuk dalam ..."kenapa perkataan mu tidak sesuai dengan perbuatan mu". Ya inilah yang harus saya evaluasi, karena sama saja menulis itu sama dengan berkata.

Motivasi dan spirit itu kembali bangkit, ketika rasa "ikhlas karena Allah saja" ada dalam dada. Ulama Besar DR. Yusuf Qaradhawi mengatakan "Akan kutaklukan Eropa dangan pena ini saja" Luar biasa. Kini Jari jemariku ku mulai bergoyang di atas keyword komputer, semut semut berupa kode huruf & angka itu kini telah berubah menjadi kupu kupu indah. Diapun mengepakan sayapnya mengajak LDK untuk terbang lebih baik hingga sampai kesurgaNya kelak...

So ?? jangan tunda kita bikin blog yuk :). sumber : blogiltizam





Ini Dia Film Tentang Muhammad Al Fatih, Sang Penakluk Konstantinople

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 25 Agu 2012 | 8/25/2012

"Fetih 1453" adalah sebuah film sejarah epik yang dibuat di Turki. Film yang dibuat dengan US$ 17 juta atau sekitar Rp 158 miliar ini menceritakan tentang pembebasan Bizantium (Romawi Timur) dengan ibukotanya Konstantinopel (Istambul) oleh Sultan Mehmed II (Muhammad Al-Fatih). Dengan biaya sebesar itu menjadikan Fetih 1453 sebagai film termahal yang pernah dibuat sepanjang sejarah perfilman Turki.

Film ini dibuat mulai September 2009 dan baru selesai Januari 2011. Rencana akan mulai ditayangkan diseluruh dunia mulai 17 Pebruari 2011. Dan yang akan pertama kali menyambutnya adalah Mesir, Turki, Uni Emirat Arab, Kazakstan, Ajerbaizan, Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Georgia, Macedonia, dan Rusia.

Film yang dibintangi oleh Devrim Evin sebagai pemeran Sultan Al-Fatih ini disutradarai oleh Faruk Asoy dengan beberapa aktor lainnya seperti İbrahim Çelikkol sebagai Ulubatli Hasan, Recep Aktuğ sebagai Constantine XI, dan lain sebagainya yang sebagian besar berasal dari Turki.

Sekilas Tentang Muhammad Al – Fatih

Sultan Muhammad Al-Fatih atau juga yang dikenal sebagai Sultan Mehmed II merupakan seorang pemimpin tangguh yang sudah dari kecil menerima banyak didikan agama. Beliau dilahirkan pada tanggal 26 Rajab tahun 833 H.

Pada usia 21 tahun, ia mampu menguasai 6 bahasa dan ahli bidang strategi perang, sains, matematika. Sisi lain dibalik kesuksesan dan jiwa kstarianya, ternyata yang paling membuat beliau tangguh luar dalam adalah ketekunannya dalam shalat Tahajud.

Sejak kecil, Sultan Murad II, yaitu ayah dari Sultan Muhammad Al-Fatih sangat menekankan pentingnya pendidikan agama. Sehingga tidak sedikit para ulama yang didatangkan untuk mendidik beliau, yang diantaranya adalah Syekh Ahmad bin Ismail Al-Kuroniy, seorang pakar fikih yang juga memiliki pengetahuan yang dalam dalam bidang ilmu Nahwu, Ma’ani, dan Bayan.

Kebesaran nama Sultan Muhammad Al Fatih berusaha ditutupi oleh berbagai propaganda barat, mulai dari pengurangan studi seputar sejarah Islam yang bahkan sangat terasa di Indonesia yang mayoritas Islam sekalipun, hingga pembuatan berbagai cerita dan kisah yang dipelintir untuk memembengkokan kebenaran sejarah.

Sosok Muhammad Al-Fatih adalah jawaban kebenaran atas sabda Rasulullah SAW :

“Konstantinopel akan dibebaskan di tangan seorang laki-laki. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang membebaskan kota itu. Dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya.”(HR. Ahmad)

 Sebuah hadist yang menggerakan jiwa-jiwa pemuda Islam yang bermental jihad untuk berlomba-lomba membebaskan Konstantinopel. Yang disaat itu seperti sesuatu yang mustahil untuk ditaklukan oleh siapapun, karena pada saat itu Konstatinopel bisa dibilang sebagai jantungnya dunia.

Strategi Perang Yang “Gila”

Hari Jumat, 6 April 1453 M, Sultan Muhammad II bersama gurunya Syaikh Aaq Syamsudin, beserta tangan kanannya Halil Pasha dan Zaghanos Pasha merencanakan penyerangan ke Konstantinopel dari berbagai penjuru benteng kota tersebut dengan berbekal 150.000 ribu pasukan dan meriam teknologi baru pada saat itu. Muhammad II mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai dan membayar upeti atau pilihan terakhir yaitu perang. Constantine menjawab bahwa dia tetap akan mempertahankan kota dengan dibantu Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovani Giustiniani dari Genoa

Pemindahan 70-an Kapal Melalui Jalur Darat Dalam 1 Malam

Kota dengan benteng lebih dari 10 meter  tersebut memang sulit ditembus, di sisi luar benteng pun dilindungi oleh parit 7 meter. Dari sebelah barat pasukan artileri harus membobol benteng dua lapis, dari arah selatan Laut Marmara pasukan laut Turki harus berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani dan dari arah timur armada laut harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa lewat.

Berhari-hari hingga berminggu-mingu benteng Byzantium tak bisa dijebol, kalaupun runtuh membuat celah maka pasukan Constantine langsung mempertahankan celah tersebut dan cepat menutupnya kembali. Usaha lain pun dicoba dengan menggali terowongan di bawah benteng, cukup menimbulkan kepanikan kota, namun juga gagal.

Hingga akhirnya sebuah ide yang terkesan bodoh dilakukan hanya dalam waktu semalam. Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui Teluk Golden Horn yang sudah dirantai. Ide tersebut akhirnya dilakukan, yaitu dengan memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk menghindari rantai penghalang, hanya dalam semalam dan 70-an kapal bisa memasuki wilayah Teluk Golden Horn (ini adalah ide ”tergila” pada masa itu namun taktik ini diakui sebagai taktik peperangan (warfare strategy) yang terbaik di dunia oleh para sejarawan barat sendiri.



Kontroversi Film Fetih 1453

Kontoversi film ini mungkin tidak berbeda jauh dengan postingan ini yang mungkin oleh sebagian orang dianggap SARA. Saya bukanlah orang yang anti terhadap pembahasan SARA, malahan saya orang yang senang ketika kita mau duduk bersama berdiskusi soal SARA sehingga kita bisa bisa sama-sama tahu agar kita bisa saling memahami untuk menghormati. Bukan baru diskusi soal SARA setelah terjadi konflik.

Kontroversi tentang film Fetih 1453 muncul dari belahan Eropa sana, yaitu Yunani. Masyarakat Yunani terkesan tidak terima ketika film Fetih ingin menunjukan sebuah kebenaran sejarah yang memfaktakan bahwa tidak selamanya Islam selalu dalam posisi kalah dan Yunani selalu dalam posisi menang dan kstaria. Sebagian besar dari mereka bahkan menghendaki Fetih 1453 dilarang beredar di Yunani.

Meskipun demikian ada juga orang-orang Yunani dan dari belahan dunia lainnya yang mampu melihat lebih objektif terhadap film ini. Yaitu mereka-mereka yang  mencintai film dengan konteks heroik dengan kualitas tinggi, mungkin tidak ubahnya seperti saya ketika menikmatii film-film sepertiTroy, Gladiator, 300, The Patriot, Clash of the Titans, dan Lord of the Ring.
Segera dapatkan CD/VCD nya di Toko Terdekat :)

Gerakan Dakwah Kampus Indonesia Akan Tarik Perhatian Dunia

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 20 Jun 2012 | 6/20/2012




(UNILA): “Sejarah dan Pemikiran Gerakan Dakwah Kampus di Indonesia”. Demikian judul Disertasi seorang Dosen dari Keio University, Jepang. Ia adalah Yo Nonaka, seorang dosen wanita sekaligus Researcher (peneliti) dari Keio Research Institute Japan yang tertarik untuk meneliti tentang Gerakan Dakwah Kampus di Indonesia.


Menurut Yo, ketertarikannya pada dakwah dan Islam memiliki cerita tersendiri. Sebelumnya Yo pernah mengalami pertukaran pelajar selama satu tahun di Makasar pada waktu dirinya berada di SMA (Sekolah Menengah Atas). Selama di Makasar, Yo tinggal dengan orang tua angkat, yakni seorang muslim. Sementara itu, apa yang Yo rasakan selama ini di Jepang, membuatnya memiliki ketertarikan tersendiri terhadap Islam.

Menurut Yo, banyak literatur di Jepang yang berasal dari barat. Buku-buku dari barat tersebut sangat banyak yang memiliki penilaian negatif tentang Islam. Terutama setelah tragedi  WTC pada September 2001. Penilaian kebanyakan masyarakat Jepang tentang Islam sungguh negatif. Sementara, Yo tidak merasakan hal itu selama dirinya tinggal bersama orangtua angkatnya di Makasar. Oleh karena itu, Yo ingin membuat suatu penelitian yang membuktikannya secara ilmiah.

Maka Yo memilih tesis tentang Gerakan Jilbab untuk perempuan muda. Yo semakin merasa tertarik, ketika ternyata diketahui, beberapa alasan wanita muda tersebut adalah karena adanya pemahaman yang mendalam. Pemahaman tersebut didapatkan dari gerakan-gerakan dakwah yang mereka ikuti semasa sekolah di SMA ataupun di kampus.


Maka Yo memantapkan penelitiannya tentang Islam dalam Disertasinya yang mengupas tentang Gerakan Dakwah Kampus.  Yo yang telah merampungkan disertasinya yang merupakan gabungan konsentrasi ilmu antara Hubungan Internasional dan Sosiologi ini, kembali ke Indonesia sejak 17 Januari hingga 1 Februari mendatang untuk melengkapi penelitiannya.

Universitas Lampung (Unila) adalah salah satu tujuannya selain UI (Univeritas Indonesia), ITB (Institut Teknologi Bandung) dan Unair (Universitas Airlangga). Tepatnya di Birohmah (Bina Rohani Mahasiswa) Unila yang tahun ini memegang amanah sebagai Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK Indonesia yang menjadi tempat Yo menggali berbagai informasi mengenai jaringan gerakan dakwah kampus di Indonesia.

Menurut Yo, beberapa yang ia kagumi atas gerakan dakwah kampus ialah adanya kemampuan gerakan dakwah untuk berkontribusi secara sosial kepada masyarakat. Akan tetapi hal tersebut diimbangi oleh pengembangan kapasitas pada diri masing-masing aktivis dakwah. “Sehingga berimbang atas apa yang didapatkan masyarakat dengan yang didapatkan diri pribadi,” ungkap wanita yang merampungkan studi S1-nya pada Policy Management Faculty ini.

Achmad Rochfi’i Chaniago (Matematika’06), Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia mengungkapkan kebanggaanya atas hal tersebut. “Ini hanyalah buah dari amanah yang diemban oleh Birohmah tahun ini, yaitu sebagai koordinator Puskomnas FSLDK,” ungkap Rochfi’i. “Kami bangga atas penelitian yang diakukan oleh seorang dosen yang sudah datang jauh-jauh dari Jepang. Sangat mengapresiasi disertasi Yo-san,” tambahnya.

“Pastinya hal ini menjadi peluang besar bagi Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, tentunya Indonesia cukup dapat menjadi representasi bagi negara-negara lain,”pungkas Rochfi’i.

Rochfi’i juga mengungkapkan bahwa ia berharap, melalui penelitian ini, dunia dapat mengetahui bagaimana Islam sesungguhnya merupakan agama rahmatan lil’alamin, sehingga isu-isu yang menjelekkan Islam akan menghilang dengan sendirinya.

“Bukan hilang karena adanya counter terhadap isu tersebut. Akan tetapi hilang dengan sendirinya seiring dengan kontribusi nyata yang umat Islam lakukan dengan maksimal,” tegas Rochfi’i.

Menurut Yo, hasil penelitiannya ini akan menjadi sebuah jurnal yang dapat dipublikasikan tidak hanya dikalangan mahasiswa namun juga seluruh masyarakat Jepang. Namun Yo mengaku pada awalnya, ia baru akan menerbitkan dalam bahasa Jepang saja.

Menjelang akhir pertemuan dengan Yo, ia mengungkapkan saran untuk gerakan dakwah kampus ke depan. “Sebaiknya gerakan dakwah kampus lebih banyak memanfaatkan media informasi khususnya dalam dunia maya, seperti website ataupun twitter.  Sehingga informasi tentang Islam akan lebih banyak diketahui secara mendalam,” sarannya.

Yo juga sempat mengatakan dalam bahasa Indonesia di akhir pertemuan, dengan logat Jepangnya yang kental, “kalau gak BBQ, gak trendi.” [Atika] sumber : Website FISIP UNILA 26/1/2012

ADK Dan Romantismenya


Dua tahun silam, masih teringat tajam kisah perjalanan sekelompok manusia ‎yang mewakafkan dirinya untuk umat. Kisah manusia pilihan yang hidup untuk memperbaharui peradaban.



Mereka dipersatukan sejak awal masuk kampus, namun ada juga yang datang kemudian. Mereka belajar bersama, mereka berjuang sama, mereka bergerak bersama, dalam satu cita, Islam.



Perjalanan dakwah tak selamanya dihiasi ukhuwah yang indah, kadang adakalanya timbul pertengkaran kecil, kadang hadir cinta dan persahabatan yang kekal. Semua kejadian, semua problema, semua konflik antar aktivis dakwah, bukan menandakan dakwah menghancurkan ukhuwah, justru dakwah ini telah mempererat ukhuwah.



Di tengah perjalanan masa perkuliahan, ketika tanggung jawab dan amanah sudah waktunya diberikan, mereka pun dengan semangat memilih jalan masing-masing, ada yang memilih jalur siyasah ( BEM) , LDK, DKM, Himpunan, dan lembaga-lembaga lainnya baik yang internal ataupun eksternal.



Sejak saat ini, mereka mempunyai tugas dan peran yang berbeda, meskipun tetap berada pada halaqah yang sama.



Roda perjalanan pun berputar seiring jaman. Berbagai masalah dan konflik mulai berdatangan. Inilah ujian keimanan dan tujuan kita dipertemukan dengan tarbiyah.



Ketika ukhuwah mendapat ujian, mulailah timbul ketidakpercayaan, ketika agenda-agenda dakwah berantakan dan saling bertabrakan, mulailah mereka saling menyalahkan. Ketika banyak tantangan dan ujian, tidak sedikit mereka berjatuhan, mundur lantas menghilang dari pentas dakwah.



Ketika halaqah, yang seharusnya menjadi ajang untuk konsolidasi, memperbaiki dan menyatukan arah dakwah, digunakan sebagai ajang perdebatan, halaqah yang biasanya dipenuhi cinta dan ketenangan, berubah menjadi tangis dan kekacauan.



Perbedaan yang sebenarnya kecil, bisa berubah menjadi besar dan berujung konflik antar lembaga dalam menentukan arah dan strategi dakwah.



Namun sekali lagi, ini bukanlah kehancuran, karena pada hakikatnya, ini adalah proses menuju kedewasaan dalam mengelola perbedaan.



Dakwah kampus memang memiliki keunikan, dinamis dan memiliki kompleksitas yang sangat tinggi. Maka, tidak heran jika permasalahan dan tantangan juga tinggi dan beragam. Namun, di sinilah letak dari proses pembelajaran, pendewasaan dan persiapan yang matang sebelum terjun ke masyarakat.



Pertengkaran kecil itu akan menjadi kenangan yang sulit dilupakan, menjadi perekat yang sangat kuat dalam persaudaraan. Menjadi sebuah kerinduan.



Dan akhirnya, kelulusan seakan menjadi akhir dari perjalanan, mereka mulai berpisah, ada yang tetap istiqamah melanjutkan dakwah dan tarbiyahnya, baik di kampus atau di masyarakat, namun ada juga yang berhenti dari dakwah dan tarbiyah, dan memilih jalannya sendiri.





Itu semua pilihan, yang pasti romantisme dakwah kampus telah membuat mereka dewasa, mempererat ikatan hati mereka, mengekalkan cintanya, bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan.



Semoga Allah membimbing, memberi keistiqamahan dalam langkah mereka, dalam jalan mereka, mengekalkan cinta mereka, memberikan azam dan tekad dalam dakwah dan tarbiyahnya, dan mempersatukan mereka di dunia dan di surgaNya.







* Didedikasikan kepada Aktivis Dakwah Kampus di seluruh Indonesia, Forum Silaturahim Lembaga Dakwah (FSLDK)





Dakwah tak akan mati, tapi kita akan mati.

Kita akan mati sebagai pengemban Dakwah atau Mati sebagai beban bagi Dakwah?

Bergerak, dan terus bergerak, untuk kebangkitan Dakwah Kampus.





sumber : http://www.dakwatuna.com/2011/09/14971/aktivis-dakwah-kampus-dan-romantismenya/

A Litle Story About FSLDKD Cirebon dan Priangan Timur Dahulu

Untukmu,

Ikhwan luar biasa, akhwat super tangguh.



Beberapa bulan lalu, entah atas pertimbangan apa ane dipercaya jadi ketua pelaksana agenda besar FSLDK. Semua berawal pada suatu masa saat syuro yang bagi ane terkesan biasa, namun berdampak sangat luar biasa saat ini. Entah syuro keberapa saat itu. Pertemuan saat itu pun tak begitu lama dan tak ada kata alot. Semua seolah dipercepat, disederhanakan, dianggap mudah.

Hari-hari berjalan seperti biasa, bahkan terasa sangat lambat. Keberadaan ane di al-Ukhuwah yang masih harus banyak belajar ini, ditantang dengan sebuah tanggung jawab yang cukup berat. Yah, berat menurut ane, meski sebagian orang sedikit menyepelekan. hari berganti minggu, minggu pun berubah bulan (argh, kenapa harus menulis kata-kata bergaya jadul kayak gini) membuat ane harus sedikit lebih memfokuskan diri pada agenda fsldk, tanpa harus menunggu konseptor berbicara.

Bersama beberapa tim pelaksana, ada tea ran, tea gie, tea enchi, akh eja, dan sang ketum al-ukhuwah (ada lagi ga yah?) kami mencoba membuat landasan agenda acara, yaitu proposal. Proposal pelaksanaan yang akan menjadi bekal kami melangkah, mewujudkan agenda fsldk. Setelah sempat dirombak, diketik ulang, diundur, diketik lagi dan akhirnya jadilah keputusan proposal yang siap sebar. Tanggal 17, 18 dan 19 Desember 2010 menjadi tanggal keramat bagi ane dan teman-teman panitia pelaksana.

Perjuangan real dan yang sebenarnya terasa adalah saat melakukan perjalanan menyusuri bukit, jurang dan pegunungan menuju Priangan Timur. Dari Cirebon, melewati Kuningan, Majalengka sebelah selatan, lalu ke arah Ciamis, namun mengambil jalan pintas untuk lebih cepat ke Tasikmalaya. Namun ternyata jalan pintas ini benar-benar jalan pintas. Lebih dekat memang, namun tanntangannya luar biasa. Kami harus menyusuri jalan yang tak begitu besar, menaiki tanjakan yang berbelok tajam, ditambah sesekali harus menuruni turunan curam. Di ujung jalan pintas, kondisi jalan tak sempurna, lebih tepatnya tak layak. Jalan yang hancur karena deras air, hingga menyisakan lubang-lubang dan bebatuan. Perjalanan luar bisa, meski cukup melelahkan. Allah memberikan kami kekuatan dan keselamatan untuk melewatinya.

(eh belum diceritakan kalau kami meluncur menggunakan APV yang dipandu sahabat handal, berpengalaman dalam dunia perjalanan jarak jauh. Masih muda, penuh talenta, baik, pintar. Dan katanya lagi nyari seorang pendamping hidup yang serius...”silakan Tanya langsung”. Beliau adalah Ibnu Pirmansyah, pake F).

Setelah melakukan perjalan ke dunia parahiyangan timur, wilayah III cirebon menjadi target berikutnya. Kali ini giliran kaum akhwat luar biasa ditemani sama teman-teman dari Unswagati, ada Ukh Erna, Ukh Anah, Ukh Nani, Akh Diki, (siapa lagi ya??). Yang pasti merekalah penyambung mulut dari panitia pelaksana kepada semua lembaga dakwah kampus di wilayah III Cirebon (Majalengka, Indramayu). Untuk Daerah Kuningan (Universitas Kuningan) Akh Andry dan Akh Sabur yang menyampaikan pesan. Penyebaran selanjutnya dilakukan di daerah Cirebon oleh Humas akhwat yang luar biasa tak kenal lelah. Walhasil Alhamdulillah informasi dan sosialisasi tentang FSLDK menyebar luas di wilayah III cCirebon dan Priangan Timur.

Beralih ke Divisi Acara yang amazing luar biasa. Ada Ukh Enchi dan Akh Eja cs yang sudah merumuskan konsep acara dengan penuh semangat. Ganti ini ganti itu, ngerombak agenda ini ngerombak agenda itu. Tak terbayang bagaimana pusingnya merencanakan agenda, memikirkan siapa pemateri, membagi waktu selama tiga hari. Beban yang dipikul oleh mereka ternyata tidak ringan, agenda yang digelar tiga hari itu harus mereka kemas dengan baik, agar tidak memberikan kesan main-main dan asal-asalan. Sempat terjadi stressing karena ada pemateri yang sangat susah dihubungi, yaitu dari MUI. Teh Enci yang diberi tanggung jawab, diurut dari MUI Jawa Barat, ga berhasil-berhasil. Tak habis akal Teh Enci nyari referensi MUI Pusat di Jakarta, sedikit tersenyum karena mendapatkan nomor contactnya. Namun, sepertinya ia harus terus bersabar karena ga bisa nyambung langsung kepada orang yang dituju. Akhirnya melalui syuro-syuro tertentu, diputuskan untuk MUI lokal saja. Ya, tak perlu waktu lama untuk Ukhti Enci yang ga pantang menyerah mencari informasi hingga mendapatkan nomor contact nya. Namun, tingkat kesabaran harus ditambah lagi karena MUI kota Cirebon pun tak bisa menghadiri karena berbarengan dengan agenda MUI sendiri. Setelah kesana kemari mencari informasi, finally tim Acara mendapatkan seorang pemateri yang luar biasa dari ust. Ahmad Yani. Beliau adalah seorang muallaf, ustadz Yudi Muljana, S.Th namanya. Beliau bekerja di Kementrian Agama Kota Cirebon. Dari informasi yang didapat dari peserta, beliau menyampaikan materi dengan penuh semangat dan luar biasa.

Masalah lain terkait pemateri adalah dengan pemateri pertama yang direncanakan saat itu dari anggota Dewan. Tim acara memulai dengan anggota Dewan Pusat, dan dapat dpastikan tidak bisa menghadiri karena ada Rapat paripurna DPR-RI. Kita turun tingkat ke DPR Daerah Jabar. Sempat tergantung tanpa keputusan, akhirnya nasib sama diterima, Beliau menyatakan tidak bisa menghadiri agenda. Masih dengan anggota dewan daerah Jabar, namun berbeda orang. Alhamdulillah beliau bersedia dengan senang hati. Ane rasa tim Acara sedikit lega karena pemateri untuk seminar ada semua.

Ternyata kesabaran tidak cukup sampai di situ saja. Dua hari menjelang hari H, Pak Prof. Ali membatalkan mengisi agenda karena harus ke luar jawa diutus oleh kampus. Beliau memberikan referensi untuk menggantikannya, namun ternyata orang yang direferensikan memberikan jawaban tidak. Akhirnya diputuskan untuk mengurangi pemateri cukup dua saja. Masalah lain pun datang. Pemateri kedua dari anggota dewan, mendapatkan musibah sehingga ia harus mengutus badal untuk mengisi acara. Meski sedikit kecewa, namun keikhlasan atas ketentuan yang digariskan Allah harus tetap terpatri dalam diri. Karena sejauh ini Tim Acara sudah berusaha sekuat tenaga.

Acara-acara lain, terkemas luar biasa.

Beralih kepada para pejuang pencari modal keuangan. Ada tim fundraising, kader-kader yang diasumsikan luar biasa dalam menggalang dana. Ada Akh Cucu dan Ukh Dewi cs. Konsepan penggalangan dana dan kerja sama dirembukan terus menerus. Proposal disebar ke setiap lini dan penjuru yang memungkinkan untuk memberikan dana. Dibantu oleh tim dari kampus lain (Unswagati), sedikit demi sedikit dana terkumpul, meski harus dengan penuh kesabaran.

Beberapa hari menjelang hari H, sepertinya tim fundraising ini penuh dengan tekanan karena dana yang terkumpul hanya beberapa ratus ribus saja. Padahal menurut perencana keuangan, panitia membutuhkan dana hingga dua puluh juta rupiah. Di hari-hari terakhir, menggalang dana tidak hanya dilakukan oleh tim danus saja. Kader yang punya link untuk donatur, mereka hampiri mereka hubungi. Yaah, teknisnya berbeda-beda. Ada yang pergi mencari donatur dengan teknis biasa saja, datang menginformasikan dan menunggu. Ada juga yang dengan memasang wajah penuh harap dan tentu saja dengan kata-kata memelas. (dipastikan ini dilakukan kepada senior dan murobby yang sudah sangat tahu keadaan LDK). Ada juga yang sedikit memaksa, ya meski terkesan tidak beretika namun menurut kabar, hal ini sering dilakukan, dan mereka memang pantas membantu. Ternyata hasilnya cukup membantu pundi-pundi keuangan agenda.

Tim fundraising pun memberikan kesan gebyar pada agenda ini, dengan menggelar bazar dan bekerja sama dengan beberapa pemilik usaha. Selama lima hari bazar digelar, halaman depan masjid Kampus berubah menjadi toko yang isinya segala ada, dari mulai assesoris, makanan dan minuman ringan, buku hingga pakaian jadi (batik) dijajakan di sini. Selain gebyar yang mengesankan agenda ini didukung oleh berbagai pihak, dana yang terkumpul pun cukup membantu, paling tidak dapat mengganti biaya penyewaan tenda.

Kabar gembira pun datang di akhir agenda, alhamdulillah yang biasanya dalam beberepa agenda sering minus keuangan, untuk agenda ini kita mengalami surplus. Ini adalah berkah dari Allah swt.

Selanjutnya tim Pubdekdok... akh Rahmat, ukh Khodijah, Akh Hamzah, Ukh Nurjanah de ka ka (dan kawan-kawan)

Tim yang bertanggung jawab dalam hal pendekorasian dan pemasangan media-media publikasi ini pun punya andil besar dalam agenda. Desain spanduk, desain pin, bloknote, sertifikat hingga desain ruangan mereka yang merumuskan. Tidak kalah luar biasanya dengan tim lain. Pubdekdok menghadirkan atmosfer yang berbeda di ICC dengan membuat taman mini dan menutup semua kaca dengan gordeng (gordeng yang namanya?) atau kain yang sering dipakai pada acara resepsi pernikahan. Hal ini memberikan kesan mewah (tidak terlalu mewah sih) dan tidak biasa. Pokoknya luar biasa.

Ada tim kesekretariatn dan tim registrasi yang mulai sibuk menjelang hari H. Dengan menyiapkan segala hal yang mendukung pada acara. Alat-alat tulis, absensi, semua hal dengan data peserta mereka yang diandalkan untuk mengurusnya. Meski tidak banyak yang harus disampaikan terkait dengan tim kesekretariatan dan registrasi ini, namun mereka dengan cukup baik menempatkan posisi dimana mereka harus ikut berkontribusi. Kedua tim ini digawangi oleh Ukh Nok Vera dan Akh Maskur, tentu saja dibantu dengan kader luar biasa lainnya.

Selanjutnya kesuksesan agenda acara dengan segala hal yang mendukungnya adalah kinerja dari Tim Peralatan. Sepertinya tidak berlebihan jika mereka disebut dengan ikhwan tampan dan rupawan yang dengan segenap ketampanananya rela untuk mengangkut-angkut peralatan yang mendukung agenda. Sofa, soundsystem, kursi, infokus dan sebagainya menjadi tanggung jawab mereka. Sempat terjadi permasalahan karena sedikit sulit melobi salah satu bagian di kampus untuk memberikan pinjaman fasilitas, namunb semua dapat teratasi dengan baik. Acara pun berlangsung sukses dengan segala fasilitas pendukungnya. Para ikhwan nan tampan itu adalah Akh Yayat, Akh Nurhidayat, Akh Hasyim, Akh Kholish (ada lagi ga ya?). pokoknya luar biasa lah!

Jumlah peserta yang mencapai 75 orang dan panitia yang tidak kalah banyak sedikit menjadi masalah harus diinapkan dimana selama 3 hari 3 malam ini? Sempat dirumuskan di sana di sini. Walhasil diputuskan kita akan menggunakan fasilitas rusunawa dan ex-asrama puteri STAIN. Dalam benak kami kedua bangunan ini adalah fasilitas kampus, dan bisa digunakan secara Cuma-Cuma hanya dengan mengirimkan surat peminjaman dan proposal ditambah lobi-lobi sedikit. Namun setelah tahu yang sebenarnya, bahwasannya kedua bangunan ini tidak ada sangkut pautnya dengan manajemen kampus. Dua-duanya di luar kampus, dan ketika kita harus menggunakannya maka dikenakaan biaya sewa. Rumah atau kost-kostan yang dulu digunakan oleh mahasiswa puteri ini milik yayasan kesejahteraan IAIN bukan milik IAIN. Sedikit berbeda, Rusunawa ternyata milik salah satu kementrian di negeri ini, dan untuk pengelolaannya diambil dari uang sewa yang didapat. Meski sedikit tercengang, kami berharap Allah memberikan solusi dari permasalahan ini.

Segala urusan tentang penginapan ini dihandle oleh tim akomodasi dan tranfortas ada akh Ibnu Firman, Ukh Siti Aliyah, Akh Asep, Ukh Nurjanah (anyone else?) pokok’e masalah pembagian kamar untuk tidur dan meyimpan barang mereka bertanggung jawab sepenuhnya. Mereka adalah orang-orang yang menjadi guide di kampus IAIN ini. Mereka mungkin orang-orang yang paling dekat dengan seluruh peserta. Sungguh kesempatan yang baik untuk menambah sahabat dan saudara.

Ada satu tim yang sangat dibutuhkan dalam setiap agenda yang jika mereka tidak ada, waduh bisa gawat urusannya. Mereka adalah divisi konsumsi, ibu rumah tangga agenda FSLDK. Ada Ukh Linda de ka ka (yang semuanya akhwat) ditambah satu ikhwan yang pendiam dan kebiasaannya senyum senyum doang, akh Yayan namanya. Tim Konsumsi ini sering dianggap sebagai tim yang sepele dan tidak punya gengsi. Padahal jika dilihat lebih dalam, mereka banyak berjasa untuk kelangsungan dan kelancaran agenda. Bayangkan jika jamuan makan siang harus telat dan datang setengah tiga menjelang ashar. Diasumsikan peserta dan juga panitia bisa kelaparan.

Memenej menu makanan adalah bukan hal yang mudah. Tiga hari tiga malam mereka harus menyajikan menu yang berbeda agar tidak membosankan. Mulai dari sarapan pagi di hari pertama hingga makan siang di hari terakhir. Tekanan psikologis lainnya adalah, mereka harus mencari pengusaha makanan yang memberikan harga murah dengan kualitas makanan yang enak. Alhamdulillah, meski di hari pertama banyak kader akhwat yang tidak kebagian jatah makan, selanjutnya malah banyak lebihnya. Dan yang awalnya diasumsikan akan mengalami minus keuangan karena kebutuhan konsumsi, ketakutan itu pun tidak terjadi.

Adakah divisi lain yang belum terpaparkan??

Selain tim-tim tersebut yang berjuang di divisinya masing-masing, masih banyak orang yang menjadi bagian dari kesuksesan agenda fsldk. Di antara mereka adalah:

Ketua Umum LDK 2010-2011, Akh Rusnadi. Beliau adalah kader yang tidak padam semangatnya dalam mensukseskan agenda. Meski sebagai ketua umum dan steering comitee dalam agenda ini, namun tidak sungkan untuk turun gunung membantu kesiapan agenda. Ikut kesana kemari mencari rezeki dan bersilaturahim. The best pokoknya mah lah.

Kader selanjutnya adalah ukh Rani Triyana Dewi, Sekretaris Umum LDK dan juga sekretaris pelaksana agenda FSLDK. Akhwat luar biasa ini ternyata cukup sibuk terutama pada masa-masa persiapan event. Dia harus ada untuk FSLDK, dia pun harus melaksanakan kewajiban PPL nya, ditambah tanggung jawab yang dimiliki di sebuah lembaga kursus ini ternyata harus pulang agak malam ke kostannya. Namun begitu, terlepas dari segala kesibukan yang ada, dia selalu berusaha untuk ada dan maksimal pada setiap tanggung jawab yang ia pegang. Bravo and sukses!

Tidak kalah tangguh dan luar biasanya dengan ketua Umum LDK dan sekretarisnya, ada teh Anggi Fitriani. Kader yang akrab dipanggil Gie ini adalah salah satu kader istimewa dan luar biasa. Waduh, sulit mengungkapkanya karena bisa jadi jika dibandingkan antara kinerja ikhwan dengan kinerja Gie sebagai seorang akhwat, pasti lebih baik Gie. Ada agenda pra-FSLDK yang menggelar lomba menulis, terlihat sepertinya ia adalah seorang single fighter. Dari mulai pembuatan proposal, penyebaran pencarian dana dan sebagainya. Di agenda ini dia memegang tanggung jawab sebagai bendahara. Namun, pekerjaan apapun yang dibebankan kepadanya selalu berusaha dilakukan sepenuh hati dan maksimal.

Jika dipaparkan satu persatu, maka akan banyak sekali pihak yang mendukung agenda ini. Pembina LDK, Ust Edy Chandra. Lalu Ust Ahmad Yani, Dari yang senior LDK ada Akh Oji beserta Isteri, Teh Erna and the geng. Ustadz dan Ustadzah, Murobby dan Murobiyah, pendiri ldk, alumnus ldk, Donatur-donatur. Jazakumullah Khoiru aj-jaza.

Rekan-rekan dari luar IAIN, ada akh Mastari, Akh Cipto, Akh Diki, Ukh Fery, ukh Nani de ka ka dari Unswagati. Akh Arif dari Unsil, akh NUrul dari STKIP Garut, akh Yayat dari Unigal Ciamis, Akh Akhri dari IPB Bogor, akh Adi dari Universitas Lampung, tim sekolah LDK dari ITB Bandung. Semuanya luar biasa……..

Selanjutnya mungkin harus disampaikan pula ada yang berbeda di event kali ini. Hal unik yang awalnya terkesan nyeleneh dan lucu. Yaitu si Cepluk (Celengan Peduli Fsldk). Celengan yang disediakan oleh panitia untuk menggalang dana dari semua kader di semua wilayah. Namun, bukan hanya dana yang menjadi tujuan utama. Keseriusan dan kesungguhan mensukseskan agenda adalah target yang dicari. Dengan mengisi setiap hari si Cepluk ini, berarti sudah berusaha untuk ada dan peduli pada event FSLDK ini. Semakin sering kita mengisi, maka semakin kita ikut andil dan memikirkan event ini. Bukan masalah nominal yang dihasilkan dari pembongkaran si cepluk, namun keseriusan dan kesungguhan yang dicari.

Berbagai kesan pun timbul dari adanya cepluk ini. Dimulai dari yang antusias dan merasa tertantang untuk istiqomah mengisi. Hingga tak perlu diingatkan, kader yang antusias ini senantiasa memberi makan si cepluk terus menerus.

Ada yang menganggap remeh, dan sedikit tersungging senyuman melecehkan. Mereka menganggap ini adalah ide murahan dan beranggapan pula tidak akan memberikan kontribusi banyak untuk agenda.

Ada yang cuek dan hampir tak peduli. Antusias tidak, menganggap remeh pun tidak. Kehadiran cepluk, yah dianggap biasa saja. Ada dan tiadanya tidak berbeda.

(ada di pihak manakah anda?)

Lebih dari seratus celengan yang disebar. Kader Al-ukhuwah menjadi asabiqunal awwaluun. Selebihnya kampus-kampus di wilayah III Cirebon dan Priangan timur. Hasilnya, memuaskan. Dari keseriusan mengisi cepluk, tampak pula keseriusan dari kader-kadernya. Temen-temen yang antusias mengisi cepluk, mereka pula yang antusias menyukseskan agenda. Kader-kader yang acuh tak acuh mengisi cepluk, bahkan terkesan tak peduli, mereka pun tidak terlalu maksimal keberadaannya. Meski cepluk bukan barometer kepastian akan hal itu, namun bisa menjadi cermin keseriusan. Jika dilihat dari segi nominal, dari cepluk sendiri terkumpul lebih dari Rp. 1.500.000,-.

Terakhir, saya selaku ketua pelaksana sangat bersyukur Alhamdulillah, event fsldk ini sukses digelar. Kesuksesan ini tentu saja berkat karunia Allah dan kerja sama yang baik dari smua pihak. SC, OC, Ustadz-ustadz, murobby, pihak luar. Hanya Allah yang mampu membalas semua kinerja dan pengorbanan yang telah diberikan. Ketuplak hanya mampu mengucapkan Terima kasih dan berdo’a semoga kita semua senantiasa berada dalam Lindungan Allah swt dan diberikan kekuatan untnuk melakukan ibadah kepada-Nya. Amin.

tolong sampaikan ke smua orang


Diana Djuwita, Wiwit Robiatul Addawiyah dan 2 orang lainnya menyukai ini.

Ahmad Yani
Subhanalloh, semoga tadhiyah ikhwah sekalian mendapat balasan yang berlimpah dari Allah SWT. Selamat dan sukses.

Rusnadi Jundi Cwn
tiada kata seindah ukhuwah..
smga ttp dlm smgat brsma al haq dn ahlul haq..

Ukhti ThaRii
subhanallah...
semoga perjalanan dakwahnya dalam mencari keridhoaanNya slu dalam pertolonganNya...amin..

* Diambil dari catatan mang wawan
http://www.facebook.com/notes/kurniawan-wawan/a-litle-story-about-fsldkd-crb-and-pritim/180694981954525http://www.facebook.com/notes/kurniawan-wawan/a-litle-story-about-fsldkd-crb-and-pritim/180694981954525

Pelangi Ukhuwah Itu Melengkung di STIKes BTH Tasikmalaya

Written By PUSKOMDA Priangan Timur on 7 Apr 2012 | 4/07/2012

“Aku ingin suatu saat nanti duduk bersama orang-orang yang sedang berkumpul, mengenang kisah perjuangan yang indah di masa lalu. Tentang indahnya kebersamaan, merasakan indahnya kelelahan hingga lelah itu lelah mengejar kita, saat keringat yang mengalir tergantikan oleh senyum persaudaraan.”

          Semoga setiap tetes keringat yang mengalir karena perjuangan, kan diganti oleh Allah dengan Syurga-Nya, hingga kita merasakan indahnya pelangi ukhuwah.

***

          Sungguh, embun hidayah itu datangnya dari Allah, ia menetes ke dalam relung jiwa, memberi kesejukan di setiap helaan nafas.

Perjalanan mencari hidayah itu teramatlah panjang, penuh kerikil tajam yang menghadang, namun semua kan indah pada akhirnya. Karena hidayah itu bukan ditunggu kawan, tapi kita sendirilah yang harus mengejarnya.

Aku bersyukur pada Allah yang telah mengirimkan orang-orang yang luar biasa untuk membentukku menuju keshalihan, namun kusadari diri ini masih jauh dari kesempurnaan. Insya Allah sahabat-sahabatku, merekalah yang slalu menemaniku dalam perjalanan ini, yang slalu mengingatkan saat diri jauh dari-Nya, yang slalu menasehati dikala aku tersalah, yang setia mengulurkan tangan dikala aku tersungkur jatuh.

Berjuta kata terima kasih ku ucapkan pada ayah dan ibu, yang telah berjuang untuk kami anak-anakmu. Sungguh pengorbanan kalian tak kan mampu kami ganti. Maafkan anakmu yang tak sempat bahagiakanmu, semoga Allah menempatkan kalian di syurg-Nya.. Ayah, ibu, aku mencintai kalian.. Cintaku untukmu cinta karena Allah.. Insya Allah…

Titip rindu untuk ayah dan ibuku Ya Rohman, sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangiku dari kecil.. Amin..

Semua yang terjadi dalam hidup ini adalah atas kehendak-Nya, daun yang berguguran dari tangkainya tak luput dari penglihatan Allah, begitu pula dengan diriku saat ini. Lolos dalam tes penerimaan mahasiswa baru adalah kehendak-Nya, semua tidak terjadi secara kebetulan. Namun, tetap kita harus menjalani dulu prosesnya.

Tak terasa memang, waktu seolah cepat berlalu dan statusku kini seorang mahasiswa kawan! Alhamdulillah…

Saat kakiku pertama kali melangkah ke kampus STIKes BTH, aku begitu kagum. Bangunannya nan megah bercat putih, ya kampus putih ini akan menemaniku mencari ilmu.

Aku bersyukur ditakdirkan oleh Allah untuk kuliah di sini, sebab aku diperkenalkan dengan sahabat-sahabat baru yang luar biasa! Kami sama-sama menuntut ilmu, menjalani praktikum, membuat jurnal dan laporan setiap harinya, itulah aktivitas yang kami jalani menjadi seorang mahasiswa.

Selepas UAS semester satu, entah mengapa kami merasakan ada sesuatu yang kurang di sini. Ya, terlepas dari megahnya bangunan kampusku, terlepas dari canggihnya system perkuliahan yang memadai, ada kehampaan di sana…

***

Langit siang masih membirukan buminya, berteman kehangatan dari cerah sinar mentari. Bangunan putih megah itu semakin memukau di bawah teduhnya sang awan, berharap hujan datang bawa kesejukan, goreskan pelangi warnai indah kanvas kehidupan.

Semakin lama kehampaan membuatku merenung, tentang kondisi kampus, kondisi ruhiyah diri, aku merindukan cahaya Islam menerangi setiap sudut kampus, aku merindukan sekelompok orang yang saling mengingatkan untuk mencintai-Nya.

Hingga di pertengahan semester dua, aku bersama rekan-rekan mahasiswa bermusyawarah untuk merapatkan barisan, berkumpul bersama teman-teman yang sama-sama menginginkan suatu perubahan yang lebih baik di kampus ini.

Masih ku ingat saat itu, di siang hari yang panas, di saat orang-orang mungkin sedang menikmati istirahat siangnya di kosan masing-masing, kami berkumpul di Aula Panti Asuhan Sosial Anak (PSAA) Amanah. Terasa keteduhan di sana. Kami yang kebanyakan masih tingkat satu diberi nasihat dan dukungan dari Ummi Panti, serta dibimbing oleh seorang kakak tingkat yaitu Teh Neni Sri Gunarti dari Prodi Farmasi tingkat empat. Beliau mengingatkan kepada kami tentang sebuah ayat yang begitu menyentuh hati.

“Dan hendaknya takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang baik.” (QS. An-Nisa : 9).

Berbekal ayat tersebut, Teh Neni mengingatkan agar tidak meninggalkan generasi yang lemah di belakang kita. Maka, kami bertekad untuk mendirikan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di STIKes BTH yang kami beri nama LDK Syi’ar dan Dakwah (SYIDDAH).

Sebenarnya dakwah di BTH sudah ada sejak dulu dan masih berjalan sampai sekarang, karena sesungguhnnya bukan dakwah yang membutuhkan kita, tapi kitalah yang butuh dakwah. Ada tidaknya kita di sini, dakwah akan tetap berjalan. Namun yang jadi pertanyaan, apakah kita mau menjadi generasi yang tergantikan ataukah menjadi generasi pengganti pembawa perubahan dan pembaharu yang lebih baik? Begitulah pesan dari seorang ustadz kepada kami.

Kelanjutan dari pertemuan kami adalah Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) untuk memilih ketua dan menentukan struktur kepengurursan, tepatnya tanggal 2 April 2010 di Graha Husada (Aula) STIKes BTH Tasikmalaya. Agar memudahkan untuk bergerak, kami tidak bisa berjalan sendiri, maka kami mengundang seorang alumni yaitu Akh. Ariswanda dan seorang ustadz untuk memberikan masukan dan pengarahan bagi kami.

Alhamdulillah malam itu terpilih ketua SYIDDAH angkatan pertama yaitu Akh. Ali Mufti dari Prodi D-III Analis Kesehatan, selanjutnya disusunlah struktur kepengurusan inti SYIDDAH.

Usai mabit, kami merencanakan untuk memberitahukan dan mengukuhkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang baru kami bentuk ini kepada pihak STIKes BTH, melalui surat pemberitahuan. Atas ijin Allah, ketika STIKes dan Yayasan BTH mengadakan forum  silaturahim dengan seluruh mahasiswa, diakhir acara diresmikanlah UKM SYIDDAH pada tanggal 7 April 2010. Segera setelah diresmikan, pada tanggal 10 April 2010 kami mengadakan rapat program kerja untuk merencanakan langkah-langkah perjalanan kami selanjutnya.

Semoga Allah memudahkan gerak langkah kita dalam mewarnai setiap sudut kampus dengan warna Islam yang indah memesona.

Kelak, goresan tinta emas sejarah ini akan kembali dilanjutkan oleh para generasi pembaharu, generasi 554!

“Wahai orang-orang yang beriman. Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agama-Nya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah : 54)

Puskomda FSLDK Priangan Timur

Puskomda FSLDK Priangan Timur
 
Support : Team MCD FSLDK Priangan Timur
Copyright © 2010. FSLDK Priangan Timur - Jawa Barat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website | Editing by Team MCD
Proudly powered by Blogger